sponsor

Slider

Events

Zona Cadas

Interview

Album Review

Band Profile

Info Cadas

Cover Album

Burgerkill Rilis Album Adamantine, Beruang Grizzly yang Siap Menerkam


ZONA CADAS
ZONA CADAS | News - Perlu waktu tujuh tahun bagi Burgerkill untuk kembali mengguncang dengan album baru. Mengusung judul Adamantine, album kelima unit metal asal Kota Bandung itu siap dirilis, Minggu 15 April 2018. 

Perilisan Adamantine berbarengan dengan konser Killchestra yang akan digelar di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Kota Bandung.
Memasuki usia 23 tahun, Burgerkill makin solid dihuni Eben dan Agung (gitar), Vicky (vokal), Ramdan (bas), dan Putra (drum). Album Adamantine menjadi pembuktian mereka yang makin tangguh dan kokoh sebagai grup musik. 

Proses pengerjaan Adamantine yang lama dan lebih rumit menjadi ujian yang berhasil Burgerkill lewati. Sebelum Adamantine, Burgerkill telah merilis album Dua Sisi (1998), Berkarat (2003), Beyond Coma and Despair (2006), dan Venomous (2011).

Gitaris Agung menyatakan, awalnya album kelima ini akan dirilis pada 2015 karena bertepatan dengan usia 20 tahun Burgerkill. Namun, rencana itu meleset karena sejumlah hal seperti padatnya jadwal dan terjadi pergantian personel. Selain itu, mereka juga banyak melakukan revisi pada track yang sudah direkam.

"Misalnya, lagu sudah selesai direkam, kami dengarkan, kami tidak puas. Diulang lagi. Selama rekaman, kami mencari formula yang tidak pernah dihasilkan Burgerkill selama ini," tutur Agung di Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, Selasa 10 Maret 2018.

album terbaru burgerkill
Menurut Agung, album Adamantine yang berisi sembilan lagu itu menjadi bentuk baru musikalitas Burgerkill. Dari sembilan lagu, Agung membocorkan tiga nomor yang menjadi materi Adamantine yakni Undefeated, Integral, dan Superficial. Ada pula satu lagu cover milik musisi legenda Indonesia yang mereka kagumi.

Single andalan dari Adamantine adalah Integral yang akan dirilis Jumat, 13 April 2018 termasuk video klipnya. Bagi Burgerkill, Integral merupakan lagu yang menggambarkan kondisi Burgerkill saat ini, yaitu soliditas untuk menghasilkan sesuatu yang besar.

"Tantangan paling berat mengerjakan Adamantine adalah bagaimana caranya agar orang mendengar album ini sebagai sesuatu yang baru dan berbeda. Kami merasa sudah maksimal dan membuat yang terbaik, mudah-mudahan pendengar merasakan itu," ujar Agung.

Beruang grizzly

Sementara itu, Eben menyebutkan, arti judul Adamantine bagi Burgerkill adalah mata rantai yang tak bisa putus. Album ini menjadi persembahan untuk teman-teman di komunitas. Dengan kekompakan yang tak pudar, skema metal menjadi lebih kuat dan menakutkan.

Hal itu berkaitan dengan ilustrasi sampul album Adamantine yang menampilkan seekor beruang grizzly sedang membuka mulutnya dan menampilkan deretan gigi tajam. Menurut Eben, beruang grizzly memvisualisasikan album Adamtine. 

album Adamantine burgerkill

Beruang grizzly digambarkan besar, tenang, tapi menakutkan. Di mata rantai hewan, beruang grizzly bukan binatang buas nomor satu, tapi dia berbahaya.
"Kami tidak pernah bermimpi jadi band metal nomor satu. Akan tetapi, kali ingin jadi band metal yang berbahaya," ujar Eben.

Hal senada juga diungkapkan Vicky yang mengatakan, Adamantine merupakan zat atom yang sulit dihancurkan. Namun, kekuatan ini bukanlah untuk keangkuhan. Bagi Burgerkill, Adamantine menjadi kekuatan untuk melahirkan sesuatu yang besar. 
Pada perjalanannya, kata Vicky, Burgerkill ingin menjalin kolaborasi dengan siapa pun. Mereka ingin komunitas metal tetap hidup dan berjalan.

Apakah para Begundal siap menyambut Adamantine?

Godplant rilis Debut Album “Turbulensi”


zona cadas

ZONA CADAS | News - Cukup sedikit band sludge metal lokal yang merilis rekamannya secara layak. Tidak dengan GODPLANT, band sludge metal asal Jakarta ini. Debut album ‘Turbulensi’ membuktikan ketika doom metal diramu dengan hardcore punk juga Southern rock dan digarap secara serius, bisa mendapatkan dampak yang maksimal. Sound berat yang kasar atau kesat, dengan vokal yang cenderung berteriak bukan dinyanyikan merdu, instrumen-instrumen musik dengan distorsi berat dan juga tempo yang seringkali berubah drastis secara kontras, menjadikan GODPLANT adalah band sludge metal yang mulai diperhitungkan dalam skena musik ekstrim Indonesia.

Sejak terbentuk sekitar tahun 2013, GODPLANT cukup rajin bergerilya meninggalkan jejak di gigs underground Jabodetabek. Mereka juga sempat merilis sebuah rekaman demo berformat kaset beberapa waktu lalu dengan judul ‘Preambule’ yang habis dalam waktu singkat.

Vokalis Edo Raditya aka Litong, gitaris Riza Prawiro aka Oyoy, bassis Bahrul Ulum, dan drummer Gilang Firdauzi aka Gicing merekam ‘Turbulensi’ di Studio 88 di kawasan Cibubur, Jakarta Timur setahun lalu, baru kemudian mixing dan mastering dikerjakan oleh Gema Pasha Randita di Plug Studio [Hurt ‘Em, Straight Answer, Modern Guns] juga di Cibubur. Tema lirik yang diangkat banyak bertemakan tentang kritik sosial dan realita masyarakat yang kemudian dibalur dengan idiom-idiom psikadelik. Artwork-nay sendiri yang kontras dengan musik GODPLANT, dikerjakan oleh ilustrator komik dan seniman mural jalanan, Shane Tortilla, yang bagi penggemar komik lokal sudah tidak asing lagi dengan salah satu karyanya, Ponytale.

28 Maret 2018 ini GODPLANT merilis ‘Turbulensi’ dalam format CD lewat label musik cadas independen, Lawless Jakarta Records. 12 tracks padat dengan heaviness ala Black Sabbath dan Black Flag. Berisaplah untuk diluluh lantakkan oleh ‘Turbulensi’! (Obz)

HUMILIATION RESMI RILIS ALBUM KARNAVAL GENOSIDA


humiliation

ZONA CADAS | News - Humiliation resmi merilis album terbaru mereka yang bertajuk “Karnaval Genosida”, Jumat (30/3), album tersebut merupakan album ketiga selama mereka bermusik sejak tahun 2010. Seperti yang sudah dijanjikan oleh mereka bahwa album Karnaval Genosida ini akan berbeda secara konsep namun tetap dalam warna genre death metal.

Humiliation memilih track berjudul “Ironi Agnostik” untuk menjadi single pertama yang mereka rilis resmi dari album “Karnaval Genosida”, di rilis di kanal youtube milik Humiliation dengan format video lirik. Lagu “Ironi Agnostik” yang merupakan hasil kolaborasi antara Humiliation dengan Yuka Tamada sendiri memiliki nuansa dan aransemen yang berbeda dibanding lagu-lagu dari album sebelumnya dengan aransemen yang lebih technical dan memiliki nuansa yang berbeda karena ada sisi feminim dari vokal Yuka yang digabungkan dengan aransemen dengan tempo cepat khas Humiliation. Lagu ini pun layak didaulat menjadi salah satu track andalan dan dianggap dapat mewakili konsep album baru mereka. Selain lagu “Ironi Agnostik”, Yuka Tamada juga berkolaborasi di lagu “Harmoni Tanpa Nyawa” yang ketika didengarkan akan membuat orang merasakan nuansa baru dalam mendengarkan album dari sebuah band death metal.

“Kami hanya ingin membuktikan musik death metal yang kami usung bukanlah musik yang kaku. kami mencoba mencairkan stigma terahadap musik ini agar karya kami bisa didengar oleh segala kalangan. Setidaknya masyarakat bisa mengapresiasi karya kami dengan mensupport gerakan musik ekstrem ini dan bisa naik ke permukaan”. kata Adam yang merupakan vokalis dari Humiliation.
Album “Karnaval Genosida” berisikan 11 lagu, yaitu Gentar Bersuara, Anomali, Apokalips Bertabir, Karnaval Genosida, Antem Absolut, Heresi Genetika, Ironi Agnostik, Genesis, Bidah Menjalang, Perang Demi Setan (Forgotten Cover), dan Harmoni Tanpa Nyawa. Lagu cover Perang Demi Setan milik Forgotten hanya terdapat pada format CD saja dan tidak terdapat di platform digital. Di album ini Humiliation berkolaborasi dengan beberapa musisi seperti Morgue Vanguard, Vicky Burgerkill, Ronald Carnivored, Nobie Bottlesmoker, dan Yuka Tamada. Serta tidak ketinggalan sosok penting yang berhasil memoles album ini yaitu sosok produser musik metal Internasional asal Amerika, Mark Lewis.

Saat ditanya tentang harapan setelah resmi dirilisnya album ini, Adam memiliki harapan “Semoga bisa lebih baik lagi dan semoga banyak band lain yang berani berkarya tanpa batasan, karena untuk mendobrak skena musik ekstrem nasional maupun internasional tidak bisa bergantung hanya pada satu band saja” pungkasnya.

“Karnaval Genosida” resmi dirilis dibawah naungan Armstretch Records. Selain dalam format CD album ini juga tersedia di store dan platform digital. (Obz)

Hellhound Lepas Video Clip Kedua "Delusi Juru Selamat"

zona cadas
Source Photo : Instagram Hellhound
Hellhound unit death metal asal kota malang kembali menggebrak publik dengan munculnya video clip kedua mereka setelah "Cosmic Tragedy". Band yang dimotori oleh Habib (Vocal), Andhika (Gitar), Budi (Gitar), Elmipa (Bass), dan Sahi (Drum) telah mempersiapkan album penuh kedua yang mana rencananya akan berisi 10 track. Sebelum melepas album kedua, hellhound terlebih dahulu memperkenalkan satu single terbaru mereka "Delusi Juru Selamat", single tersebut dikemas dalam bentuk audio visul atau video clip. Proses pengerjaan clip delusi juru selamat sendiri hellhound bekerjasama dengan whitewoods studio dan Aditya dwicha dari intracranial parasite sebagai director clip tersebut.

Seperti pada artikel sebelum, Delusi juru selamat sendiri terinspirasi dari frase konteks psikologi: 'Savior Complex', atau 'Messiah Complex'. Frase itu merujuk kepada kepercayaan seseorang menjadi 'sang terpilih', atau 'sang penyelamat'; suatu kondisi kejiwaan yang tampak mulia bagi individu terkait namun sebenarnya adalah kondisi kejiwaan yang dilatarbelakangi: 'narsisme', keinginan akut untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain yang berujung pada kekuasaan karena mendapatkan dukungan orang banyak Golongan yang rentan terjangkiti kondisi kejiwaan 'Delusi juru selamat' ini adalah mereka yang sering mengklaim diri sebagai pemimpin-pemimpin pergerakan, atau para pembebas, ungkap Sahi Hellhound.

Sahi menambahkan bahwa melalui lirik 'Delusi Juru Selamat', konsep yang sama disampaikan melalui potongan kisah mitologi fiktif rekaan sang penulis. Diceritakan bahwa sosok 'Pembebas' dan 'Juru Selamat' pada lirik tersebut hanyalah sosok kasta surgawi yang mencoba menguasai/ memperbudak makhluk yang lebih rendah darinya (daging tanah/ manusia) dengan kekuatan-kekuatan/ teknologi tuhan-tuhan sebelumnya. Sosok penjual surga bernama 'kebebasan' di lirik 'Delusi Juru Selamat' hanyalah figur oportunis yang pandai menggunakan kesempatan dari kehancuran kerajaan nirwana tuhan-tuhan tua. Meski pada akhirnya dapat membangun peradaban daging-tanah, tapi eksistensi mereka tak ubahnya belatung yang muncul dari bangkai-bangkai predator tertinggi di suatu ekosistem. Bagaimanapun megahnya peradaban mereka, para daging tanah; hakekat eksistensi mereka adalah kembali melebur dengan semesta.

Album Insolence "In Depths of Despair" Akan Dirilis Hitam Kelam Records

band black metal
Black metal mungkin masih menjadi suatu genre yang dianggap menyesatkan bagi sebagian orang, tapi kali ini kita bukan membahas soal sebuah ajaran kesesatan melalui media musik melainkan membahas suatu band pendatang baru bernama Insolence. Insolence merupakan proyek band black metal yang dihuni oleh para musisi underground tanah air yang sudah tidak asing lagi. Sebut saja Januaryo Hardy (cadavoracity, Pure Wrath, Omnivorous, dan Perverted Dexterity) mengisi posisi gitar dan drum, Rizkia Al Ghifari atau biasa disapa uci (Karnak, Devormity, Nicrov dan Apoteoza) pada posisi vocal, dan Teguh Prasetyo (Digging Up dan Interfectorment) pada posisi bass.

Insolence
Meski belum genap setahun terbentuknya, unit black metal yang dihuni oleh personil dari berbagai kota seperti jakarta, bekasi, dan bandung ini lebih dahulu mengeluarkan karya berupa mini album yang diberi nama "In Depths of Despair". "Insolence awalnya project tambahan untuk pure wrath tapi ternyata pure wrathnya sendiri berubah sangat jauh saat album sudah rampung dan nama insolence dipilih saat sedang sibuk searching etos punk di internet, ucap Januaryo hardy saat kami hubungi".

Materi - materi yang ada di mini album in depths of despair sudah dikerjakan sejak awal tahun ini dan baru mulai proses recording instrument pada mei, sedangkan untuk proses recording vocal baru selesai pada bulan ini. Dalam album ini Insolence telah memilih label Hitam kelam records sebagai label yang akan merilis mini album In Depths of Despair dalam bentuk cakram padat atau cd dan diperkirakan awal tahun 2018 sudah dapat beredar dipasaran. Setelah keluar dalam bentuk cd, nantinya album tersebut juga akan dirilis via cassette tape namun dirilis secara independent tanpa melibatkan label.

Sebelum merilis album In Depths of Despair, Insolence terlebih dahulu memperkenalkan single mereka yang berada di mini album tersebut yakni lagu "Endless Delirium". Lagu yang menceritakan tentang seseorang yang mencoba mendorong keluar inner demon-nya yang sudah terlampau lama membuat dirinya penuh dengan kebencian ini sudah dapat didengarkan melalui kanal bandcamp mereka atau via youtube. 

Track List
1. Woods of Forlorn
2. Endless Delirium
3. Gema Lolongan Akromatik
4. Insolence

"Slaptika" Single Perdana Menuju Album Ketiga Taring

Photo Source : Taring Docs
Produktivitas seorang musisi adalah dengan selalu menghasilkan karya, karena hanya karya yang menjadi kenangan saat bandnya masih ada ataupun sudah tiada. Taring unit hardcore asal kota kembang bandung ini baru saja melepas single terbaru mereka yang berjudul "Slaptika". Single anyar tersebut merupakan single perdana bagi mereka (taring) sebelum melepas album ketiga. Band yang digawangi oleh Hardy (Vocal), Gebeg (Drum), dan Angga (Gitar) ini telah sukses melepas dua album penuh "Nazar Palagan" dan "Orkestrasi Kontra Senyap".
Single Slaptika sendiri mulai mereka rekam pada 31 Oktober - 1 November 2017 di masterplan studio bandung dengan bantuan Zoteng gitaris dari band death metal ternama kota bandung Forgotten dan Eben dari Burgerkill. Dalam single slaptika, taring bukan bekerja sendirian melainkan melibatkan beberapa musisi lainnya salah satunya Doddy Hamson (Komunal) untuk menyumbangkan suaranya di lagu tersebut.
Slaptika Cover
Pada single terbaru ini, Taring kembali bereksplorasi seperti Angga yang mencoba menghasilkan riff - riff yang lebih groovy ala soundgarden, mastodon, hingga tool dan corrosion of conformity dengan chorus yang catchy, kemudian disempurnakan dengan hentakan drum gebeg dan provokasi vokal hardy. Mengutip dari situs grimloc records, “Slaptika” sengaja dirilis lepas sebagai marka versi mereka pada rangkaian di hari HAM tahun ini, sebagai pengingat proses reformasi yang dibajak elit politik hari ini. Single ini, bersama single mereka lainnya “Kekal Menjalang”, akan kami rilis dalam format kaset dalam beberapa minggu ke depan, bekerja sama dengan Maternal Disaster.
Lagu “Slaptika” bertema tentang perilaku dan pemikiran dangkal yang menjadikan lelucon kurang lucu yang dilakukan oleh para petinggi, tokoh, atau politisi di negeri ini. Potongan lirik "yang menyan yang setan, yang ulah yang kalah" menggambarkan kasak-kusuk berniat busuk, desas-desus terlibat kasus sampai hari ini. Ketika tokoh dan politisi saling melaporkan dengan segala pembenarannya, yang akhirnya mereka sendiri lah yang harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

Inilah Daftar Nominasi Hammersonic Awards 2017

zona cadas
Trofi Hammersonic Awards 2017
ZONA CADAS | News - Hammersonic Awards adala  penghargaan musik cadas paling prestisius di Indonesia yang digelar setiap tahunnya di Jakarta oleh Revision Live Entertainment. Penghargaan ini bertujuan untuk memberikan pengakuan atas pencapaian kreatif, kontribusi, dedikasi, kerja keras sekaligus sebagai ajang apresiasi kepada para artis, band, album, tokoh yang telah ikut memajukan atau mengharumkan kancah musik cadas di Indonesia. 

Selain itu bagi para artis/band pendatang baru diharapkan Hammersonic Awards dapat memotivasi mereka untuk berkembang lebih besar lagi dan mempromosikan karier mereka ke tingkat nasional maupun internasional.

Pada tahun ini Hammersonic Awards 2017 akan memberikan lima (5) piala penghargaan, dengan nominasinya sebagai berikut:

Kategori SOUL OF STEEL AWARD
(Band pendatang baru terbaik)
  1. Ancient
  2. Dunia
  3. Hurt’em
  4. Kras
  5. Paranoid Despire
Kategori BREAKTHROUGH OF THE YEAR
(Band dengan terobosan/pencapaian besar tahun ini)
  1. Deadsquad
  2. Hellcrust
  3. Jeruji
  4. Revenge
  5. Siksakubur
Kategori BEST ALBUM OF THE YEAR
(Album terbaik tahun ini)
  1. “Tyranation”dariDeadsquad
  2. “Condolence”dariHurt’em
  3. “III”dariRajasinga
  4. “OrkestrasiKontraSenyap”dariTaring
  5. “Phobia”dariStraightout
Kategori BEST METAL PERFORMANCE
(Band dengan aksi panggung memukau terbaik)
  1. Burgerkill
  2. Deadsquad
  3. Jasad
  4. Rollfast
  5. Seringai
Kategori LIFETIME ACHIEVEMENT AWARD

(Penghargaan yang diberikan kepad aartis, musisi, tokoh yang sekurangnya selama dua puluh tahun eksistensinya telah memberikan berbagai pencapaian, kontribusi serta dedikasi yang besarbagi kemajuan dan perkembangan kancah music cadas di Indonesia).

Proses penilaiannya melibatkan dewan juri yang kompeten dan kredibel,terdiridari para pelaku kancah musik cadas dari berbagai daerah di Indonesia. Latarbelakangprofesimerekaberagam, mulaidarimusisi, label rekaman, radio, EO/promotor, distro, hingga zine/jurnalis/blogger.Beberapa nama di antaranya adalah Bimo D. Samyayogi (Undying Music, Jakarta), Samack (Solid Rock, Malang), Gebeg (Taring, Bandung), ArdySiji (Chmbrs, Makassar), KrisnaBhaskara (RWK FM, Klaten), Stephanus Adjie (Down For Life, Solo), hinggaAdwin Emanuel (scenester, Bali).

“Harapannya semoga para band atau musisi yang menerima nominasia tau piala Hammersonic Awards 2017 karier musik cadasnya dapat berkembang lebih maju lagi, tidak hanya di tanah air tapi merambah kemancanegara. Sebagai genre musik yang sering kali di anaktirikan di sini siapalagi tentunya yang menghargai kiprah dan kerja keras band-band ini kalo bukan dari komunitas sendiri,” jelas Wendi Putrantoselaku CEO Hammersonic.

Acara pengumuman pemenang Hammersonic Awards 2017 sendiri akan dilangsungkan berbarengan dengan Hammersonic Festival 2017 pada hari Minggu, 7 Mei 2017 mulai pukul 16:30 WIB di Econvention, Ecopark, Ancol, Jakarta.

Hammersonic Awards pertama kali diadakan pada 16 April 2016, tepat sehari sebelum berlangsungnya ajang Hammersonic Festival 2016.

Abbath, The Faceless, I See Stars Turut Meramaikan Hammersonic Festival 2017

 
zona cadas webzine
Abbath
ZONA CADAS | News - Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Hammersonic Festival 2017 siap diselenggarakan pada 7 Mei mendatang di Ecopark Ancol, Jakarta. Revision Live selaku promotor baru-baru ini mengumumkan tambahan pengisi acara: band black metal asal Norwegia, Abbath; band death metal Amerika Serikat, The Faceless; juga elektronik metalcore dari Amerika Serikat, I See Stars. 

Revision Live juga mengumumkan deretan pengisi acara lain, yaitu band death metal asal Amerika Serikat Putrid Pile dan band death metal Brazil Nervochaos. Tidak hanya band-band dari mancanegara, diumumkan pula pengisi acara dari negara tuan rumah seperti Burgerkill, From Hell to Heaven, Modern Guns, Valerian, Paranoid Despire, Slapitout, Pargochy, Devoured, juga Sunday Sad Story.  

Para pengisi acara tambahan tersebut bakal meramaikan panggung Hammersonic Festival 2017 bersama band-band yang sudah lebih dulu diumumkan, yakni Megadeth, The Black Dahlia Murder, Whitechapel, Northlane, Earth Crisis, Desecravity, Entombed AD, Flesh Juicer, Truth Be Known, Massacre Conspiracy, Tarja, Krisiun, Claim The Throne, Depravity, Lord, Seringai, Revenge the Fate, Killharmonic, Vallendusk, dan Trojan. 

Hammersonic Festival 2017 juga dikabarkan siap kembali menyelenggarakan satu-satunya ajang penganugerahan musik metal di Indonesia bernama Hammersonic Awards. Ajang ini pertama kali diselenggarakan pada tahun lalu dengan sepuluh kategori yaitu Dangerous New Band, Breakthrough, Best Live Band, Soul of Steel Awards, Album of the Year, Metal Icon of the Year, Lifetime Achievement Award, Most Dedicated Person, The Hammersonic Award, dan Inspirational. Namun hingga berita ini ditulis, pihak Revision Live belum mengumumkan lebih jelas perihal keberlangsungan Hammersonic Awards 2017.  

Tiket Hammersonic Awards 2017 sudah memasuki kategori pra-pesan yang dipatok harga sebesar Rp 400 ribu. Kategori ini sudah mulai dijual sejak Rabu (1/3) lalu dan akan berlaku hingga 30 Maret mendatang. Para calon penonton dapat membeli tiket secara daring lewat situs resmi Hammersonic atau Revision Live, juga secara offline di seluruh gerai Indomaret. (obz)

Sucker Head Akan Rilis Album Baru dan Konser Terakhir di Hammersonic 2017

hammersonic 2017
Sucker Head

ZONA CADAS | News - Band thrash metal veteran Jakarta, Sucker Head, dijadwalkan siap merilis album terbaru sekaligus terakhir mereka yang berjudul Simphoni Kehidupan, bertepatan dengan hari penyelenggaraan Hammersonic Festival 2017 pada 7 Mei mendatang di Eco Park Ancol, Jakarta. Di festival metal akbar tersebut, Sucker Head juga dijadwalkan bakal tampil untuk terakhir kalinya setelah bekarya selama hampir tiga dekade.

Pada Agustus 2016 kemarin, Sucker Head ditinggal oleh sang vokalis, bassist, sekaligus pentolan dari band tersebut, Krisna J. Sadrach, yang wafat setelah berjuang melawan kanker paru-paru. Sucker Head kini tinggal menyisakan gitaris Nano Rooseno, gitaris Medy Rocker, juga drummer Bakar Bufthaim.  

Album Simphoni Kehidupan – berisikan delapan lagu baru ditambah versi remix dari nomor "Hak Asasi" dan "Mario (Budak Industri)" – akan menjadi album kedelapan bagi Sucker Head yang berdiri sejak awal 1989. Tujuh album Sucker Head sebelumnya masing-masing berjudul The Head Sucker (1995), Manic Deppresive (1996), Hits of The Year 4 (1997), Paranatural (1998), 10 th Agresi (1999), Strip Hitam (2003), dan Hipertensi (2004). 

Bagi sang istri dari mendiang Krisna, Anasthasia R.Y. Sadrach, album Sinphoni Kehidupan adalah sebuah peninggalan terakhir dari sang suami. "Wasiat tongkat estafet dari sang legenda metal berada di tangan saya, dengan sekuat tenaga setelah beberapa waktu larut dalam kesedihan, saya dan keluarga mencoba bangkit. Terutama begitu melihat dan menerima derasnya aliran doa dan semua pesan motivasi diri dari mereka – para pecinta musik tanah air; anak-anak metal itu; saya tak merasa sendiri dalam kerinduan yang meradang," kata Anasthasia seperti dikutip dari siaran persnya.

hammersonic 2017
Simphoni Kehidupan yang sudah digarap sejak lima tahun lalu memilih lagu dengan judul yang sama sebagai nomor pembuka yang bisa menggambarkan keseluruhan materi di dalam albumnya. "Percampuran antara thrash metal old school dengan sound yang modern terwujud di lagu ini. Dapat dikatakan inilah album terbaik karya mereka yang matang dari segala sisi, baik itu teknik rekaman maupun komposisi lagu dan aransemen," demikian tulis rilis pers tersebut. 

Rencananya untuk penampilan terakhir di Hammersonic 2017 nanti Sucker Head bakal dibantu oleh vokalis yang masih merupakan sahabat karib mendiang Krisna J. Sadrach yaitu Roy Jeconiah (eks-vokalis Boomerang). Sucker Head dijadwalkan bakal tampil pada pukul 16:45 - 17:15 WIB. (obz)

Dokumenter Virtual Reality Metal Pertama Siap Ditayangkan

zona cadas webzine

ZONA CADAS | NEWS - Wacken Open Air, sebagai festival musik cadas terakbar di dunia, belum lama ini melakukan terobosan. Film dokumenter Welcome To Wacken (2017) akan menjadi dokumenter metal pertama yang direkam dalam format virtual reality interaktif.
Dokumenter virtual reality ini akan menampilkan seluk beluk Wacken Open Air, serta mengisahkan Wacken Open Air dalam lima bagian berbeda, melalui perspektif beberapa penonton festival tersebut. Puncak film ini akan menampilkan panggung Arch Enemy, yang direkam secara 360 derajat dan menempatkan perspektif pemirsa bersama band asal Swedia tersebut.

Film dokumenter tersebut akan ditayangkan untuk pertama kali pada gelaran Hot Docs, Canadian International Documentary Festival. Penayangan perdana Welcome To Wacken masuk dalam sesi penayangan program DocX, selama 28 April hingga 1 Mei di Toronto, Kanada. Rencananya film tersebut akan tersedia dalam beberapa medium VR setelah pemutaran di festival itu.
Welcome To Wacken adalah dokumenter festival musik pertama yang menggunakan teknologi virtual reality 360 derajat. Dokumenter ini diproduksi oleh Banger Films, rumah produksi spesialis rock dan metal dari Kanada, bersama Secret Location. 

“Sejak film dokumenter pertama kami, Metal: A Headbanger’s Journey, kami ingin menciptakan suatu karya unik tentang Wacken. Metalheads di seluruh dunia mengerti bahwa perjalanan dan pengalaman menonton band di Wacken adalah hal yang akan mengubah hidup kita,” papar Sam Dunn, sutradara Welcome To Wacken dan co-founder Banger Films.
“Kami merasa bahwa cara terbaik untuk menerjemahkan rasa ini adalah untuk merekamnya lewat virtual reality. Pengalaman menonton film ini kami punya rasa sebanding dengan merasakan lumpur Wacken yang menempel di kaki anda!,” sambungnya.

Wacken Open Air
Wacken Open Air

Rumah produksi Banger Films didirikan oleh Scot McFadyen dan Sam Dunn pada tahun 2004, untuk mendistribusikan dokumenter yang mengisahkan sejarah metal di Eropa dan Amerika Serikat. Sejak 2004, Banger Films telah memproduksi beberapa dokumenter dan serial televisi tentang beberapa band metal/rock dan subkulturnya. Beberapa dokumenter tersebut adalah Global Metal (2008), Iron Maiden: Flight 666 (2009), Rush: Beyond the Lighted Stage (2010), serial Metal Evolution (2011), dan Super Duper Alice Cooper (2014). (Obz)

.

Deadsquad Resmi Merilis Album Terbaru, ‘Tyranation’

 
zona cadas

Menampilkan musisi tamu seperti Sujiwo Tejo, Dewa Budjana, Andra Ramadhan, Adam Vladvamp dari Koil, hingga Coki Bollemeyer

ZONA CADAS | News - Setelah mengalami beberapa kali perubahan jadwal perilisan, Deadsquad akhirnya resmi meluncurkan album ketiga milik mereka, Tyranation, pada Minggu (20/11) lalu di Borneo Beerhouse. Album yang dirilis oleh M8 Records tersebut berisi sepuluh lagu dengan total durasi 41 menit dan 14 detik. 

Melalui rilis pers, band yang kini diperkuat oleh vokalis Daniel Mardhany, gitaris Stevie Item, penggebuk drum Andyan Gorust, dan bassist Alan Musyfia ini menjelaskan bahwa penggarapan album terbaru mereka tersebut sudah dimulai sejak Desember 2015. Tyranation diproduseri sendiri oleh grup technical death metal asal Jakarta ini.  

"Di luar para personel Deadsquad, Tyranation melibatkan peranan beberapa musisi terkemuka yang telah memiliki prestasi dan pencapaian tinggi dalam industri kreatif di Tanah Air," ungkap Deadsquad. 

Sosok-sosok yang dimaksud berkolaborasi dengan mereka adalah Sujiwo Tejo, Dewa Budjana, Andra Ramadhan, Adam Vladvamp dari Koil, dan Arie Dagienkz. Mantan gitaris Deadsquad yang juga personel NTRL, Christopher "Coki" Bollemeyer, juga terlibat dalam lagu "The Comfort of Retardation" dan "Tyranation".  

"Tyranation merupakan langkah baru dalam perjalanan musik Deadsquad, di mana kebrutalan genre musik extreme metal tidak mengenal batas dalam menghasilkan karya seni yang tetap merefleksikan jati diri sebuah band technical death metal asal Indonesia," ungkap Stevie Item. 

Tyranation resmi dilepas dalam pesta peluncuruan yang diselenggaraan di Borneo Beerhouse, Jakarta Selatan. Selain membawakan lagu-lagu terbaru, dalam pesta peluncuran tersebut Deadsquad juga berkolaborasi dengan mantan bassist mereka, Bonny Sidharta.  (Obz)


Eksklusif: Komentar Drummer Andyan Gorust tentang Mundur dari Deadsquad



ZONA CADAS | News - Fenomena unik di tahun lalu di mana beberapa drummer ternama Indonesia mundur dari bandnya ternyata masih berlangsung hingga tahun ini. Pada Rabu (8/2) malam kemarin, giliran Andyan Gorust selaku drummer sekaligus salah seorang personel asli band technical death metal asal Jakarta, Deadsquad, secara mengejutkan mundur dari band. Gorust pertama kali mengumumkan kabar ini lewat Instagram. 

"Terhitung hari ini saya resmi mengundurkan diri dari Deadsquad. Terima kasih untuk semua yang pernah terlibat dan juga untuk pasukan mati di mana pun kalian berpijak. You know who you are. Mesin saya terus hidup dan berbahan bakar penuh! Salamaut," tulis Gorust dengan menyertakan tagar #andyangorust #hellcrust dan #balamaut.  



Berikut adalah pernyataan panjang Gorust yang secara eksklusif dibeberkan kepada Rolling Stone Indonesia: 

"Sebetulnya keluar masuk personel band standard lah menurut gue, biasa terjadi. Dan alasan yang pasti ya karena sudah tidak sejalan lagi. Ada banyak Pasukanmati yang bahkan sampai bilang gue egois karena mikirin diri sendiri, tidak memikirkan mereka yang terutama jadi penggemar Deadsquad karena gue, dan rela beli fisik dan koleksi merchandise Deadsquad selama ini yang akhirnya gue dianggap mematahkan mereka…
Banyak juga yang marah karena gue keluar demi Hellcrust. Padahal dari jauh hari sebelum keluar ya Hellcrust sudah ada sejak 2011. Jadi ya otomatis [keluar] dari Deadsquad ya pastinya ada Hellcrust. Bukan keluar terus bikin band baru melainkan ya tetap jalan di jalur skena musik yang gue cintain (death metal) sejak gue bikin Siksakubur 1996 lalu. Karena passion gue di sini dan selalu di sini sampai sekarang.
Sekali lagi gue minta maaf sama seluruh Pasukanmati atau pihak lain yang mungkin merasa tidak suka dengan hal ini, tapi gue juga berat ambil keputusan ini karena memang sudah tidak bisa jalan bareng lagi sama Deadsquad. Bahkan sudah sejak sebelum rekaman Tyranation, bahkan sebelum Abah [Burgerkill] ataupun Ari Soekamti dan lain-lain keluar (karena banyak yang mencemooh juga gue dianggap ikuti trend drummer keluar.. Hehe apa untungnya coba). Intinya tidak semudah itu gue ambil keputusan cabut, dari nol hingga titik ini gue berada di Deadsquad. Tanpa dikasih tahu kalian – kok sangat sayang banget sampai cabut udah sampai kayak gini Deadsquad – gue juga tahu emang sayang banget. Tapi gue udah mencoba dan mencoba selama mungkin dalam setahun belakangan ini, tapi nyatanya nggak bisa jalan lagi.
Deadsquad akan tetap jalan dan segera melakukan audisi drummer baru, gue tetap dukung dan support Deadsquad dan Pasukanmati di mana pun kalian berada. Dan terima kasih banyak juga yang tetap mendukung gue untuk tetap jalan di jalur skena musik ini bersama Hellcrust. Hails Balamaut (nama fans/family base Hellcrust yang baru) Salamaut!!!

Andyan merupakan salah satu personel asli dari Deadsquad yang sudah berdiri sejak 2006 silam. Saat ditanya perubahan apa yang terjadi di tubuh Deadsquad sampai ia harus memutuskan untuk mundur, dirinya menjawab, "Gue yakin semua band di awal terbentuknya hanya selalu mempunyai visi misi yang simple. Seiring jalannya waktu pasti visi misi bertambah. Tapi untuk di Deadsquad gue sama sekali tidak ada perbedaan visi misi yang signifikan, its all good and oke kok." 

"Gue udah mencoba dan mencoba selama mungkin dalam setahun belakangan ini, tapi nyatanya nggak bisa jalan lagi."

Lalu ia pun menambahkan, "intinya band semakin lama, semakin besar, semakin tinggi, semakin berat rintangannya. Pertambahan/perubahan visi misi, ego, pergantian personel, band team dan lain-lain pasti membawa impact ke keharmonisan internalnya bahkan sampai ke musikalitasnya, proses kreatifnya, sistem kerjanya dan sebagainya. Hal ini yang gue pegang teguh dari awal bermusik. Kalau hal ini sudah nggak bisa jalan dengan baik, nggak happy menurut gue ngeband. Walaupun sangat disayangkan gue sudah habis waktu, materi, juga kehilangan hal besar. Balik ke masing-masing juga sih, beda orang beda prinsip. Dan bisa juga dibalik bukan gue yang tidak bisa sejalan sama Deadsquad, bisa juga Deadsquad yang tidak bisa sejalan sama gue."   

Dapat dikatakan Deadsquad bersama Gorust menjalani kegiatan yang sangat produktif sepanjang 2016. Mereka menggarap sekaligus merilis album ketiga bertajuk Tyranation. Dapat dikatakan album tersebut merupakan album death metal Indonesia yang paling ambisius sepanjang sejarah metal tanah air sejauh ini. Tyranation menempati peringkat empat belas sebagai album Indonesia terbaik 2016 versi majalah Rolling Stone Indonesia. 

Pada Agustus dan September 2016 Deadsquad menjalani tur konser pulau Jawa yang diberi tajuk Hellnoise Tour. Di dalam tur tersebut mereka menyambangi tiga belas kota di pulau Jawa di mana setengahnya dijalankan bersama band rock oktan tinggi asal Jakarta, Seringai. Berselang satu bulan kemudian, Deadsquad pun menjalani tur konser di Jepang di mana mereka tampil sebanyak empat kali di sana.
"Yang bikin gue masih bertahan karena ya emang kecintaan gue sama Deadsquad. Dan saat itu Coki (Bollemeyer, NTRL) juga baru aja cabut dan banyak dukungan dari anak-anak terutama dari internal Deadsquad untuk mengurungkan niat gue mengundurkan diri," ungkap Andyan. 

"Feeling guilty gue besar, terutama ke Stevie, karena akhirnya harus cabut dari Deadsquad. Karena cuma sisa dia partner dari awal gue bareng di Deadsquad. But show must go on terutama buat Deadsquad yang sudah punya basis penggemar dan diehard skala besar. Tapi ya mungkin di titik ini gue yang nggak bisa ikutin alur Deadsquad sehingga sampai gue mengundurkan diri," tutup Andyan. 

Berselang lebih kurang dua jam dari pernyataan Andyan di Instagram, pendiri sekaligus gitaris dari Deadsquad, Stevie Item, langsung memberi pernyataan lewat Instagram Stories, "Jadi udah bisa audisi buat drummer baru dong. Sabar yah, audisi drummer-nya segera kok. Tunggu aja okay," tulis Stevie. 
 
Sedangkan pada Kamis (9/1) pagi, pemain bas dari Deadsquad Alan Musyfia menyampaikan rasa simpatinya kepada Andyan juga lewat Instagram. "No matter what happens, I"m so proud of you, as my music partner, as my big bro and everything. Keep turn on the life machine and let"s hitting the stage together," kata Alan yang juga merupakan teman band Andyan di Hellcrust. (Obz)


 

Hengkang dari Burgerkill, Andris siapkan album solo


zona cadas webzine
Abah Andris (kanan) bersama para personel Burgerkill
Belum genap sebulan kabar Andyan Gorust hengkang dari Deadsquad, langkah serupa ditiru Abdul Kandris dari kelompok Burgerkill. Abah Andris, saapaan akrab sang drummer, berencana merilis album solo.
"Keputusan hengkang dari Burgerkill bukan pertanda saya pensiun dari dunia musik. Tidak mungkin saya meninggalkan musik. Karena musik telah membesarkan saya. Sebagai musikus, masih banyak hal yang ingin saya wujudkan. Salah satunya merilis album solo," tutur Andris melalui sambungan telepon.

Genre musik yang disajikan Andris dalam album solo perdana tersebut akan kental pengaruh kelompok pengusung thrash metal semisal Testament, Exodus, Death Angel, dan Metallica periode awal. "Pokoknya old school. Formatnya album penuh. Semoga tahun ini bisa dirilis," lanjut Andris yang memperkuat Burgerkill selama 16 tahun ini.

Album solo tersebut berisi tumpukan materi lama pribadi yang tidak terpakai selama memperkuat banyak band. Pria asal Bandung tersebut kebetulan berjulukan "drummer sejuta band".
Sebelum menduduki kursi set drum Burgerkill, kemahiran Andris menggebuk beduk Inggris tersaji bersama Naked Truth, Sonic Torment, Disinfected, Sacriligious, Forgotten, Restless, hingga Mesin Tempur.
Andris tak kesulitan pindah dari satu grup ke grup lain lantaran mahir memainkan gitar dan bas. Bahkan Adyth Nugraha, gitaris dan founder Disinfected, menambahkan bahwa Andris juga seorang komponis jempolan.

Dalam album terbaru Burgerkill yang sekarang sedang digarap, drummer berjanggut lebat ini menyumbang empat lagu. Satu lagu berjudul "Undefeated" bahkan telah selesai direkam dan versi demonya dirilis sejak pengujung 2014.

Soal status empat lagu tersebut, Andris menyerahkan sepenuhnya kepada Burgerkill. "Mau tetap mencantumkan kredit nama saya dalam lagu-lagu itu silakan, tidak juga silakan. Saya sudah ikhlas keluar dari Burgerkill dan tidak punya hak lagi mencampuri keputusan mereka," lanjutnya.

Andris hanya mengatakan bahwa perbedaan pandangan dengan personel lain menjadi alasan terbesarnya memutuskan keluar dari Burgerkill. Jika memaksa tetap satu atap, ia khawatir malah menganggu karier band dan bisa merusak hubungan persahabatan mereka.

"Jika ada kabar yang menyebut bahwa alasan saya keluar karena konflik dengan Eben (gitaris dan pendiri Burgerkill), atau karena masalah keluarga, itu semua ngaco. Saya memilih keluar karena sayang dengan mereka. Hubungan dengan personel lain juga masih tetap baik kok," tegas Andris.

Eben mengungkapkan hal senada. "Kaget dan sedih mendengar keputusan dia keluar. Tapi biar sudah enggak nge-band bareng lagi, hubungan kami dengan Abah enggak akan berubah."
Keputusan Andris keluar sejatinya terucap sejak awal Mei 2016. Karena masih terikat kontrak bermain dalam beberapa konser, Burgerkill baru mengumumkan secara resmi pada 30 Mei melalui Facebook.
Bagi Burgerkill, yang berdiri sejak 1995, ditinggal drummer adalah hal biasa. Pendahulu Andris adalah Dadan (1995-1996) dan Toto (1996-2005). 

Saat ditanya apakah bersedia jika suatu saat diminta kembali memperkuat Burgerkill yang sudah dianggapnya sebagai keluarga, Andris ogah menampik kemungkinan tersebut. "Namun tidak dalam jangka waktu satu dua tahun ini. Ha ha ha."

tweet abah andris

Andyan Gorust hengkang dari Deadsquad


ZONA CADAS | News - Kancah musik ekstrem metal tanah air dikejutkan dengan pengumuman Andyan Gorust. Melalui akun Instagram-nya (8/2/2017), drummer dengan tubuh penuh rajah itu menyatakan keluar dari band pengusung death metal Deadsquad. Gerangan apa sebenarnya yang terjadi?
"Intinya sih karena masalah komunikasi," jawab vokalis Daniel Mardhany melalui pesan singkat, Kamis (9/2). 

Daniel yang selama ini kerap berkonsultasi dengan Andyan sebelum merekam bagian vokal merasa kaget mendengar keputusan tersebut.
"Saya pikir ini cuma mimpi buruk. Ternyata mimpi buruk yang jadi kenyataan," tambahnya.
Stevie Morley Item, gitaris sekaligus pendiri Deadsquad, pada sisi yang lain mengaku sudah tidak kaget. Pasalnya drummer berusia 35 itu cukup sering menyatakan ingin keluar dari band setiap ada masalah internal dengan Deadsquad. 

"Kali ini tidak ada yang menghalangi dia," ungkap Tepi, sapaan akrab Stevie, melalui WhatsApp.
Tepi menduga bahwa keputusan Andyan angkat kaki karena sibuk bersama band lain. "Dari awal dia bikin band itu sebenarnya sudah bisa ditebak, tinggal menunggu momen," sambungnya.
Sekadar pengingat, pemilik nama lengkap Andyan Nasary Suryadi itu punya satu band lain bernama Hellcrust yang juga memainkan genre musik death metal. Terbentuk sejak 2011, band tersebut telah melepas dua album, Dosa (2012) dan Kalamaut (2016).

Andyan melalui sambungan telepon dengan tegas menampik dugaan Tepi.
"Selama ini gue tetap pada komitmen mengutamakan Deadsquad. Bahkan pernah Hellcrust waktu main di Bumiayu (Purwokerto, Jawa Tengah, red.) pakai additional drummer karena pada saat bersamaan gue main bareng Deadsquad di Jakarta," tegas Andyan.

Perihal masalah komunikasi seperti yang diungkapkan Daniel, mantan drummer Siksa Kubur itu tidak menampik. "Gue mengakui komunikasi memang kurang begitu lancar di Deadsquad."
Faktor itu pula yang menurut Andyan jadi penyebab hubungannya dengan Tepi jadi kurang harmonis sejak setahun belakangan. Ditambah satu masalah krusial yang enggan ia ungkap ke publik demi menjaga keutuhan Pasukan Mati (sebutan untuk penggemar Deadsquad).

Padahal sejak penggarapan album pertama dan kedua Deadsquad, hubungan antara dirinya dengan putra gitaris legendaris Jopie Item itu termasuk yang paling akrab karena mereka sering berkonsultasi soal arah musik band.
Kehilangan personel sejatinya bukan sekali ini saja dialami Deadsquad. Beberapa nama yang pernah menghuni band lantas memutuskan cabut adalah Babal (vokalis) dan Prisa Adinda (gitaris) pada era awal, tepatnya 2008. 

Langkah serupa diambil Bonny Sidharta (bassis) usai berkontribusi dalam dua album awal Deadsquad, Horror Vision (2009) dan Profanatik (2013). Alan Musyfia kemudian direkrut sebagai pengganti.
Coki Bollemeyer (gitaris NTRL alias Netral) yang masuk menggantikan Prisa juga cabut penghabisan 2015 menjelang penggarapan album ketiga, Tyranation (2016). Tidak berlangsung lama, tempatnya diisi oleh Karisk sebagai additional player.

Belajar dari aneka pengalaman tersebut, Tepi menegaskan bahwa Deadsquad akan langsung menggelar audisi mencari penggebuk drum anyar. Sementara Andyan beralih fokus menjalankan Hellcrust. (obz)


"Resistence", Album Perdana dari Feel The Pain Telah Dirilis

 
zona cadas
Cover Album "Feel The Pain - Resistence"

ZONA CADAS | News - Unit hardcore kawakan Adit (drum), Angga (bass), Irvan (vokal), Oky dan Adi (gitar), Feel The Pain, barusaja meluncurkan album debutnya yang diberi tajuk Resistence dibawah naungan Hadeath Records.

Menyajikan 9 trek termasuk satu intro, Resistence menyuguhkan musik dengan materi hardcore yang lebih ke newskull dengan sedikit campuran oldskull ala New York. Selain itu, vokalis hardcore kenamaan kota Bandung, Azis dari Blind To See, ikut berteriak bersama di lagu "Passion Before Fashion".

Album ini merupakan karya kedua, sebelumnya pada tahun 2014 silam, Feel The Pain terlebih dahulu telah meluncurkan sebuah mini album Pure Hardcore Vision yang memuat 4 trek.

Daftar lagu Feel The Pain - Resistence:
01. Intro
02. Resistence
03. Merajamkan Pena
04. Brother Fucker
05. Life Hard
06. Let's Run With Us
07. Passion Before Fashion (Ft. Azis Blind To See)
08. Stop Violence To The East
09. Invasi Paradoks

Ridwan Kamil: "Ada Proyek 3 Hektar Mau Dibikin Gedung Konser Musik Kelas Dunia"

ZONA CADAS - Siapa yang tidak kenal dengan Ridwan Kamil, sosok Wali Kota Bandung dikenal begitu dekat dengan warganya layaknya tanpa batas untuk berkomunikasi, baik secara langsung maupun lewat berbagai sosial media. Hal tersebut terbukti ketika pria yang akrab disapa Kang Emil ini menyempatkan diri untuk melakukan bincang-bincang di program TV online yang di prakasai oleh Ebenz (Burgerkill) dan Gebeg (Taring), Extreme Moshpit TV.

Pada episode spesial Extreme Moshpit TV yang dipublikasikan Kamis (19/5) Minggu lalu, terlihat pendopo Kota Bandung disulap menjadi studio untuk syuting Extreme Moshpit TV. Walaupun durasinya tidak lama, perbincangan yang berlangsung sekitar 30 menit ini cukup banyak membahas soal musik di kota Bandung dengan tema "Kota Musik Yang Ideal". Momen ini sangat pas, karena saat ini Kang Emil ingin mewujudkan Bandung sebagai kota musik.

Diantara semua pembahasan, yang paling menarik adalah ketika ebenz menyinggung tentang gedung pertunjukan, "...Bandung disebut sebagai kota pertunjukan, tapi nggak punya gedung pertunjukan." Kang Emil pun merespon, dengan meminta masukan aspirasi-aspirasi untuk dikumpulkan, "karena dalam waktu sekian bulan Saya akan bikin masterplan. Inilah rute Bandung Kota Musik." ungkapnya. "Jadi aspirasi gedung musik juga pasti kita akomodir, termasuk budaya juga. Tapi alhamdulillah, ngobrol jeung Pak Gubernur, Wakil Gubernur ada proyek 3 hektar di Cikutra, itu mau dibikin gedung konser musik kelas dunia," tambahnya, lalu disambut sorak gembira oleh duo host Ebenz dan Gebeg.

"Gedung itu affordable nggak, Kang, kira-kira kan banyak nih gedung...," tanya ebenz lagi yang langsung dipotong Kang Emil, "Kan itu duit rakyat. Jadi kalau duit rakyat, ya untuk kita-kita yang anak Bandung dimurahkan," tegasnya.

Selain membahas gedung pertunjukan, dikupas juga mengenai masalah perizinan, serta deretan beberapa rencana yang akan dituangkan dalam mewujudkan Bandung Kota Musik. Tonton selengkapnya Extreme Moshpit TV Special w/ Ridwan Kamil - 'Kota Musik Yang Ideal' berikut ini. (OBZ)

Abah Andris: "Burgerkill Adalah Band Besar. Dan Akan Tetap Besar Tanpa Abah Andris di Dalamnya"

zona cadas
Abah Andris
ZONA CADAS - Seperti yang telah diketahui, kabar kurang mengenakan datang dari Burgerkill, bahwa sang penggebuk drum, Abah Andris, terhitung sejak hari senin (20/05) kemarin, secara resmi keluar dari band. Sontak saja kabar ini mengaketkan, berbagai respon bermunculan dari para Begundal, dan yang menjadi tanda-tanya besar yaitu mengenai alasan keluarnya.

"Intinya begini, ngeband itu sama seperti berumah tangga atau tim sepakbola. Personel masuk dan keluar adalah hal yang sangat biasa," ungkap Abah Andris, dikutip dari wawancaranya dengan rioticrecords.com yang dilakukan pada dihari itu juga.

Ini merupakan keputusan yang sangat berat, namun pria yang memiliki nama asli Abdul Kandris ini mencoba membawa sisi positifnya.

Walaupun beberapa pertanyaan telah disodorkan, untuk mengetahui alasan sebenarnya, mulai dari menyangkut pautkannya dengan usaha clothing yang sedang dijalaninya, Cowboy From Hell, hingga disinggung masalah 'hijrah', tapi tetap keukeuh tidak memberitahukannya. "Biarkan kawan-kawan mereka-reka sendiri alasan saya mengundurkan diri dari Burgerkill," jelasnya.

Keinginannya untuk keluar sebenarnya sudah diberi tahukan kepada kawan sebandnya sejak sekitar satu bulan silam, bahkan sempat juga kefikiran keluarnya pada bulan Ramadhan. Dikarenakan keputusan ini diambil secara baik-baik, Abah Andris pun masih bersedia untuk melakoni 2 jadwal manggung Burgerkill, dan yang terakhir adalah di Malang, tanggal 29 Mei kemarin.

"Jika keputusan ini diambil dalam kondisi tidak baik-baik harusnya saya sudah keluar dari tiga minggu lalu," paparnya.

Sempat disinggung dengan pertanyaan nasib Burgerkill selanjutnya, "Ini bukan kejadian paling horor selama Burgerkill berdiri. Mereka bisa melewati ujian paling berat ketika ditinggal Scumbag. Maka logikanya ditinggal saya pun Burgerkill pasti bisa tetap tegak. Ketika Burgerkill punya vokalis baru, publik membanding-bandingkannya dengan Scumbag. Kejadian serupa mungkin akan terjadi pula dengan pengganti saya."

Selain yang telah diungkapkan diatas, masih banyak pernyataan-pernyataan lumayan panjang lebar yang dilontarkan langsung Abah Andris, mulai dari rencana kedepan, perasaannya setelah keluar, pencapaian yang didapat selama 16 tahun lebih kebelakang, hingga materi yang telah digarap bareng Burgerkill untuk album mendatang. Selengkapnya bisa langsung baca di rioticrecords.com.

...dan inilah kata-kata pamungkasnya sebagai penutup sesi tanya jawab tersebut, "Burgerkill adalah band besar. Dan akan tetap besar tanpa Abah Andris di dalamnya. Buat para Begundal, dukung terus Burgerkill siapa pun yang jadi pemain drumnya." (OBZ)

Abah Andris Keluar dari Burgerkill?

burgerkill
Abah Andris
ZONA CADAS - Di penghujung bulan Mei ini, kabar kurang mengenakan datang dari raksasa metal tanah air, Burgerkill. Pada sore hari (30/05) tadi, Band yang sudah malang melintang berkarya sejak 1995 ini mengabarkan bahwa mulai hari ini, sang drummer, Abah Andris, resmi tidak lagi bersama band.

"Setelah melalui proses yang baik dan atas kesadaran bersama untuk masa depan band, dengan ini Burgerkill memberitahukan bahwa pemain drum kami, Abah Andris telah resmi tidak lagi bersama Burgerkill," tulis Burgerkill lewat laman facebook resminya.

Sejak awal bergabung bersama Burgerkill, dari awalnya bermain pada posisi bass, hingga akhirnya berpindah ke posisi drum, Abah Andris selama 16 tahun bergabung, telah membuktikan kecintaannya terhadap band ini melalui karya dan berbagai pencapaian prestasi yang luar biasa. "Bagi kami, Abah Andris tetap menjadi bagian penting dari keluarga besar Burgerkill yang ikut mewarnai sejarah perjalanan nya hingga di titik ini," lanjutnya.

Seperti yang telah diketahui, saat ini Burgerkill sedang menggarap album kelimanya. Walaupun ditinggal salah satu personel, bukan berarti menjadi penghalang terhadap proses pembuatan albumnya. "Saat ini, kami sepakat terus melanjutkan proses penulisan materi-materi lagu untuk album terbaru di studio Burgerkill, yang resncananya akan direkam akhir tahun ini."

Di album mendatang Burgerkill nanti, sedikit dijelaskan bahwa, album ini khusus dibuat sebagai bentuk kecintaan terhadap musik yang mereka mainkan, dan sebagai dedikasi kepada semua orang yang telah memberikan kontribusi terbaiknya terhadap Burgerkill. (OBZ)

GRAUSIG Rilis Album “Di Belakang Garis Musuh” Maret Mendatang

grausing jakarta
Line up GRAUSING
ZONA CADAD - Salah satu pentolan band Death Metal asal Jakarta GRAUSING, yang telah lama malang melintang di scene Underground Indonesia beberapa waktu lalu sempat membisikan bocoran mengenai album terbaru mereka. Single CD GOD’S REPLICATED yang dirilis pada tahun 2014 lalu merupakan sebuah “announce” dari GRAUSIG untuk berbagai hal, antara lain “announce” tentang keberadaan serta formasi GRAUSIG terkini, terlebih juga “announce” mengenai format music Death Metal seperti apakah yang GRAUSIG suarakan di era ini yang akan ditumpahkan ke dalam Full Album / Lp bertitel “ DI BELAKANG GARIS MUSUH”.

Full Album / Lp “ DI BELAKANG GARIS MUSUH “ ini akan memuat 9 (Sembilan) lagu yang mayoritas berlirik bahasa Indonesia, pemilihan penulisan lirik Bahasa Indonesia bertujuan agar makna dari masing-masing lagu dapat lebih dimengerti dan dipahami oleh pendengar di Indonesia pada umumnya walapun tidak menutup kemungkinan Full Album / Lp “ DI BELAKANG GARIS MUSUH “ ini akan didedarkan pula di luar Indonesia nanti.

Proses pengerjaan Full Album / Lp “ DI BELAKANG GARIS MUSUH ” dimulai sejak bulan November 2015 dan diharapkan selesai pada bulan Januari 2016 ini, yang dilakukan di 2 (dua) studio berbeda yaitu K Studio dan Three Sixty Studio Jakarta, saat ini proses pengerjaannya telah memasuki tahap Mixing yang akan dilanjutkan dengan Mastering, yang merupakan tahap akhir dalam pengerjaan sebuah album.

Jadi, bersiaplah untuk Full Album / Lp GRAUSIG “ DI BELAKANG GARIS MUSUH “ di bulan Maret 2016 ini. (OBZ)

GRAUSIG are : 
PHUPUT – Vocals 
IVAN – Guitar + Backing Vocals
EWIN – Bass + Backing Vocals 
DENNY – Drums

DISCHOGRAPHY
- Feed The Flesh To The Beast – Ep. On Cassete. Graveyard Prod (1997) Colours Prod (Re-Release version 1998)
- Abandon, Forgotten and Rotting Alone – Lp.On Cassete. Independen Records/Aquarius Musikindo (1999)
- In The Name Of All Who Suffered And Died – Ep. CD Self Release (2013)
- God’s Replicated – Single. CD Self Release (2014)
- Feed The Flesh Who Suffered And Died – Compilation on Cassete. Zim Zum Prod (2015)
For further information about GRAUSIG please call : GRAUSIG management Mobile : 082310493663
Pin BB : 7DDF2139
E-mail : grausigmanagement.gmail.com

Rilis Album Baru, Aftercoma Invasi 8 Kota di Pulau Jawa-Bali

zona cadas
AFTERCOMA
ZONA CADAS - Sehari setelah album Against The Sun dirilis, Aftercoma tanpa basa-basi langsung menginvasi beberapa pulau Jawa-Bali guna promo albumnya. Tercatat ada 8 kota yang dikunjungi yang dimulai sejak 10 Januari di acara Tasik Bergetar, lalu Purbalingga (16/01), Pekalongan (17/01), Yogyakarta (20/01), berlajut ke Solo (23/01), Jombang (24/01), Bali (26/01), dan akan berakhir di Kebumen (30/01).

Band yang kini dipunggawai oleh Willy REP (Vokal), Avedis Mutter (Gitar), Rissa Geez (Gitar), Dikdik Pras (Bass), Uus Bauza (Drum) resmi meluncurkan Against The Sun pada 9 Januari 2016. Nama-nama seperti Arian (Seringai), Eben (Burgerkill), dan Yukie (Pas Band) juga ikut ambil bagian untuk lagu perjudul "Perang".

Against The Sun dijual dalam bentuk boxset berisi CD Against The Sun, DVD, T-shirt , member card, gelang, dan stiker dengan kuota terbatas hanya 200pcs saja. Boxset tersebut bisa didapatkan ketika acara-acara tur diatas dan melalui Rebelsoul Merch atau Xtreme Merch dengan harga Rp.230.000,-. (OBZ)

zona cadas