sponsor

Slider

Events

Zona Cadas

Interview

Album Review

Band Profile

Info Cadas

Cover Album

Review : VOMITOLOGY - Ectotherm Butcher Architect

zona cadas
Band : VOMITOLOGY
From : Purwokerto, Central Java
Genre : Brutal Death Metal
Album : Ectotherm Butcher Architect
Label : Limited Blasting Production
Released : 2016
Rating : 8-/10















ZONA CADAS | Review -  Album debut kuartet bertopeng kelahiran Purwokerto ini menyuguhkan materi brutal death metal yang cukup mencengangkan. Dengan kualitas sound yang menampar, VOMITOLOGY menggeber ‘style’ slamming death metal dengan aransemen cerdik sehingga tidak monoton mengingat riffing-nya didominasi oleh progresi kord sederhana dan minus solo gitar. Meski sering menggeber blast beat di tiap lagu, porsi tempo sedang yang dinamis terasa lebih banyak untuk bagian ‘total fucking slam’. Bahkan di trek terakhir, “The Existence of Perfectionism” konsisten bermain di tempo lambat nan goyang dari awal hingga tuntas. Namun komposisi musik Vomitology tidak setipikal para jawara slamming death metal tersohor seperti Internal Bleeding, Devourment atau Abominable Putridity, melainkan lebih eksploratif. Dan anehnya, menyimak tiap lagu selalu enak walau satu lagu dengan lagu lainnya tidak mudah langsung bisa saya kenali perbedaannya alias semuanya seperti terdengar sama.

Track List:

1. Psychological Mental Disfiguremenet
 
2. Schizoaffective Delusion
 
3. Sychomorph
 
4. The Incision of Silent
 
5. 44 Days (Junko Furuta, 1988)
 
6. Design of Endless Lust
 
7. Necrophilia
 
8. Plain Face Killer
 
9. Purification Surgery
 
10. Embryonal Injected
 
11. The Existence of Perfectionism

Review : Altar Scream - Merah Putih

altar scream cover
Altar Scream
  • Band : Altar Scream 
  • From : Jakarta, ID
  • Genre : Thrash Metal  
  • Album : Merah Putih 
  • Label : Radeath Kingdom   
  • Released : 2016
  • Rate : 9/10






ZONA CADAS - Bertahan dibelantika music cadas tanah air hingga dua decade bukan perkara mudah bagi sebuah band, namun altar scream sukses mempertahankan bandnya sejak 1996 sampai sekarang walapun sempat bongkar pasang personil saya rasa itu hal yang wajar. Meski saya terbilang baru mengenal band ini, akan tetapi sebuah biografi lengkap mengenai altar scream yang terdapat di cd merah putih menjadi wawasan tersendiri untuk mengetahui latar belakang mereka awal terbentuk hingga siapa – siapa saja yang pernah mengisi line up altar scream dari masa ke masa. Sampai saat ini, formasi altar scream dihuni oleh Nakem (Guitar / vocal), Alvay (Drum), Ako (Lead Guitar), dan Jaya (Bass).

Tanpa panjang – panjang menceritakan latar belakang mereka, lebih baik kalian simak sedikit ulasan singkat mengenai karya altar scream dalam merah putih. Seperti pada title album, track pertama berjudul “Merah Putih” kental terasa aroma nasionalis mulai dari intro padamu negeri hingga lirik yang disampaikan, secara komposisi musikalitas altar scream masih belum bisa move on dari permainan era 90an namun tetap dengan kualitas sound lebih sempurna, lead guitar melodic mengawali part keliaran altar scream di lagu pertama ini. “kemerdekaan Semu”, dilansir melalui tulisan pendek di dalam cover cd menjelaskan track kedua ini menceritakan perjalanan bangsa Indonesia paska kemerdekaan. Dimana situasi dan kondisinya tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. Sementara itu dari segi music, track kedua ini altar scream tetap memadukan antara thrash metal easy listening dipadukan lantunan melodic guitar yang merdu namun tetap berenergi. “Badut Tua”, berbeda dari track sebelumnya track ketiga sedikit bermain lebih cepat dari segi tempo permainan bahkan riff guitar melodic ako lebih power full. Secara lirik sendiri, badut tua berkisah tentang pemimpin – pemimpin yang bermuka dua dimana apa yang kita lihat dengan apa yang mereka lakukan tidak sesuai dalam arti sebuah kepemimpinan yang haus akan harta dan kekuasaan. “Amarah Terpendam” masuk deretan ke empat, komposisi bermain cepat oldschool thrash metal masih sedikit terasa meski di tengah – tengah lagu ini altar scream beberapa bar menurunkan tempo permainan, masih tidak ketinggalan riff melodic membahana selalu menjadi ruang memukau untuk didengarkan. Dilihat dari judul lagunya “Total Rusuh”, altar scream menjawab bahwa lagu ini akan rusuh dimana sentuhan melodi gitar lebih dominan mengisi arena permainan di lagu tersebut. “Halusinasi” jika kalian dibeberapa lagu sebelumnya baru menemukan riff melodic dipertengahan, berbeda dengan lagu ini, di awal dan di pertengahan sang gitaris siap menyuguhkan racikan melodinya di lagu halusinasi yang akan mengantarkan kalian sedikit berhalusinasi menikmati keliaran permainan altar scream. Altar scream akan mengajak kalian berpesta melalui “Pesta Thrash”, secara komposisi permainan mereka masih konsisten berada di jalur distorsi mematikan dengan ga hanya sekedar tempo cepat tapi juga artikulasi vocal diperhitungkan, dan saya rasa altar scream sukses menggelar pesta thrash di track ke tujuh ini. The final track from Merah putih, “Revolusi” mulai detik pertama telah menunjukkan riff melodic, dan tidak bisa dipungkiri riff – riff melodic, pukulan oldschool thrash metal, serta pengucapan vocal yang jelas tetap kuat tidak kendor sampai track terakhir.
Well, secara garis besar track demi track karya altar scream di album merah putih memiliki sound yang enak untuk didengar melalui indra pendengar kalian, selain itu aransement tiap tracknya selalu menempatkan sisi melodi guitar, riff – riff hard tune, artikulasi yang jelas dari sang vocalis, serta ketukan drum yang bervariasi. Selain itu, untuk segi cover art altar scream berhasil memadukan antara title dengan art hingga jadilah konsep nasionalisme di album ini, cover art dikerjakan oleh Virman susilo carnaby. (obz)

Track List
1. Merah Putih
2. Kemerdekaan Semu
3. Badut Tua
4. Amarah Terpendam
5. Total Rusuh
6. Halusinasi
7. Pesta Thrash
8. Revolusi

Review : Sufism - Reptilia Buas

Reptilia Buas cover
Reptilia Buas
Band : Sufism
From : Bandung, West Java,  ID 
Genre : Brutal Death Metal
Album : Reptilia Buas
Label : Rottrevore Records
Released : 2015
Rate : 9/10




ZONACADAS.COM - Rottrevore records label brutal death “Legend” yang sekarang dipegang oleh ferly jasad ini tetap konsisten melahirkan karya dari band – band luar biasa, visceral menjadi anak pertama sekaligus sebagai pertanda kebangkitan rottrevore, kali ini saya akan mengulik anak kedua mereka bernama Sufism dengan title albumnya Reptilia Buas. Trio Brutal Death Metal asal kota kembang bandung ini cukup lama diantisipasi para pemburu rilisan fisik melalui materi gila Sufism. Terbukti trio Nanang (Vocal), Sandy Rizal (Guitar), dan Ari Kurnia (Drum) sukses melahirkan sebuah mini album yang secara keseluruhan di isi riff – riff gitar berat, groovie, artikulasi vocal jelas terdengar ditelinga, blasting drum ga kebut – kebutan dengan instrument lainnya.

“Reptilia Buas” reptile mulai dilepaskan yang siap menyayatkan telinga kalian melalui part – part brutal death metal tanpa jeda untuk bernafas. Seperti yang saya jelaskan di atas, artikulasi vocal yang sangat jelas salah satu nilai lebih baik sebuah band brutal death metal karena apa yang tertulis di lirik sesuai dengan yang keluar dari suara sang vokalis. “Singgasana Dosa” bersiaplah menuju singgasana dosa kalau ente melewatkan track ini, hentakan drum dalam track ini cukup variatif antra hyperblasting dengan hentakan down tempo ditempatkan tapi snare blasting sudah pasti mendominasi ya this is true brutal death metal. “Deterioration” dari kelima track yang ada, ini satu – satu lagu yang berbahasa inggris, tema social politic dipilih dalam lagu ini ya sudah bisa ditebak lewat backsound “Revolusi Revolusi Sampai mati”, selain itu karakter vocal exhale nada – nada vocal black metal akan kalian dengarkan menuju akhir track ini. 

Lantunan genderang mencekam mengawali aransemen sadis nan membunuh “Genderang Perang”, hyperblasting drum semakin rapat di track ini dan ditengah lagu aroma groove membawa saya berheadbang sebentar sebelum akhirnya dibawa berperang kembali melawan riff – riff hard sound Sufism bahkan berhentinya lagu ini ga ada pelan – pelannya, secara tiba – tiba berhenti semacam lo dibunuh trus dibiarin aja membusuk dijalan. Track terakhir “Dursila” jika diartikan dalam kamus besar Bahasa Indonesia akan ketemu artinya Kelakuan buruk atau jahat, well dalam track ini part guitar groove masih terasa bahkan hantaman blasting dari ari kurnia serta raungan vocal nanang tetap gahar apalagi pas hentakan lirik “Jangan hanya menceramahiku dengan semua definisi dosa” bagian akhir sangat jelas terdengar artikulasinya.

Pada akhirnya 14 menit saya rasa sangat sangat kurang puas dengan lima lagu yang ada, namun beberapa hal yang membuat saya puas disini adalah permainan serta aransemen musiknya good lah dari tiap – tiap department, baik itu segi vocal, drum dan gitar. Jika dilihat dari artwork tampilan depan memang ga sebrutal banget seperti band brutal pada umumnya berdarah – darah, ya pkoknya brutal abislah, Sufism hanya meletakkan satu objek kepala yang saya rasa cukup menggambarkan dari title albumnya yakni Reptilia Buas yang dikerjakan oleh rudy gorgingsuicide, bahkan dari track satu sampai lima mereka berhasil membunuh kuping saya layaknya binatang buas yang sedang lapar.

Track List
1. Reptilia Buas
2. Singgasana Dosa
3. Deterioration
4. Genderang Perang
5. Dursila

Review : Walking out From 05:14 - ANGLE OF DEATH

Band : ANGLE OF DEATH
From : Sukabumi, West Java, ID
Genre :Death Metal
Album : Walking Out From 05:14
Label : Metalmilita99Prod
Released : 2015
Rating : 8/10







ZONA CADAS - Angel of death meski terbilang baru mengenal band ini tapi siapa sangka band ini ternyata sudah lama berdiri sekitar akhir tahun 90an, dan kini setelah lebih dari 1 dekade bergelut dalam dunia musik cadas indonesia mereka menelurkan album pertama dengan title “walking out from 05:14” dibawah naungan bendera metalmilitia99 production. Sebuah penantian yang cukup panjang akhirnya terbayar melalui debut album penuh perdana sepanjang 41 menit yang mereka curahkan dalam walking out from 05:14. Band yang dihuni oleh trio berbahaya yaitu Denny Darmawan (Bass), Pangestu Adji (Drums), dan Faizal Darussalam (Vocals/Guitars). Well saya akan sedikit menggali debut album penuh perdana mereka tersebut melalui review ringan dan mudah dipahami dibawah ini.

Intro pembuka berjudul “Metal Militia” menjadi awal perjumpaan saya menuju track – track selanjutnya yang cukup penuh kejutan dalam setiap bar – bar yang mereka sajikan. Masuk ke track 2 saya akan dibuat menuju arena penyesetan yang mereka (Angel of death) tawarkan melalui “Budaya Penyesatan”, komposisi menarik dengan skill berbahaya tiap – tiap instrument bahkan menempatkan sisi symphonic keyboard pada part – part awal sangat komplit untuk dinikmati selain itu juga melodic guitar yang sangat easy listening dari faizal menambah cita rasa budaya penyesatan. Menuju track selanjutnya saya ditelinga saya dibisikkan nada - nada briliant dari “Setan”, riff-riff gitar sangat cepat dan blasting drum yang cukup bervariasi, tidak meninggalkan benang merah mereka yaitu progressive metal selalu ditempatkan melodic guitar yang sangat memukau pendengaran saya. Masih bersenggama dalam roda musikalitas sadis ala angel of death, “Eyelution” sebuah kejutan akhirnya mereka menempatan kembali part – part keyboard, artikulasi vocal sangat jelas sehingga untuk bernyanyi bersama saat live show angel of death saya rasa sangat memecahkan suasana. Kembali saya dibuat “Sesat Sesaat” setelah lantunan melodic gitar sangat liar dimainkan oleh faizal, twin pedal yang cukup memacu semangat dalam menit awal menjadi awal yang baik hingga track ini selesai, masuk menit kedua angel of death sedikit cooling down menurunkan tempo permainan sesaat dan setelah itu dibuat sesat kembali. Blasting drum berbahaya milik pangestu meliarkan atmospir telinga saya diawal track “Masa Yang Terluka”, sialnya track ini sangat nikmat terasa ditelinga melalui tiap – tiap permainan personil angel of death dan bisa saya tetapkan ini adalah track favorite saya dalam album Walking out from 05:14, riff-riff gitar yang sangat bervariasi temponya, sound + permainan bassnya denny sangat gila, penambahan part – part suara keyboardnya juga menambah komposisi track ini sangat diluar dugaan saya. "Reborn and Burn", track sebelum angel of death ini cukup merileksasikan kuping saya selama hampir dua menit. Maybe this is the last song for you, saya rasa nama band mereka diangkat dari judul lagu slayer hehehe… karena sebagai kebanggan mereka terhadap slayer, mereka akan mengcover salah satu lagu slayer berjudul “Angle of death” dengan musikalitas ala angle of death yaitu memainkan progressive metal with best of skill. Jika kalian menyimak secara langsung track by track dalam album ini, nada – nada cepat tiap instrumentnya akan menghantui telinga kalian dari awal track sampe penutup.

Secara garis besar musikalitas mereka dalam album ini bisa dibilang sangat berskill sekali tiap personilnya dan materinya pun sangat easy listening. Riff-riff guitar melodic selalu tersaji dalam track by track album walking out from 05:14 ini, artikulasi vocal dan blasting drum cepat serta permainan bass yang mampu menyeimbangi permainan dari personil lainnya ditambah sound apik membuat album mereka wajib berada dalam rak koleksi album metal kalian. selain itu untuk cover art sendiri sangat memikat mata dengan goresan tangan oleh artworker ternama yaitu bvllmetalart. So, buat kalian yang merasa monoton dengan musik metal yang itu - itu saja sepertinya kalian wajib melahap habis - habis album angel of death - walking out from 05:14 ini bahkan dicetak sebanyak 1200 keping agar kalian tetap dapat memiliki cd original dari mereka sebagai bentuk true support local music. (obozs) 


Track List
1. Metal Militia
2. Budaya Penyesatan
3. Setan
4. Eyelution
5. Sesat Sesaat
6. Masa Yang Terluka
7. Tak Bertuhan
8. Deadstarsyndrome
9. Kau Bukan Tuhan ku
10. Reborn and Burn
11. Angel of Death (Slayer Cover)

Review : Fatamorgana - HUMILIATION

fatamorgana
Cover Fatamorgana
Band : HUMILIATION
From : Bandung, West java, ID
Genre : Death Metal
Album : Fatamorgana
Label :
Released :  2014
Rating : 8/10








ZONACADAS.COM - Sejak dimuntahkannya debut album Savior of Human Destruction (2012), Humiliation sukses mencuri perhatian penikmat musik keras, khususnya death metal, dengan berbagai respon positif pastinya. Hal demikian menjadi tanda tanya besar akan album kedua, Fatamorgana. Jawabannya telak terjawab ketika menyimak Fatamorgana dari lagu ke lagu. Dengan jarak sekitar 2 tahun, pendewasaan pun muncul dari empat pemuda berbakat; Adam, Iho, Agi, dan Firman. Secara dominan, komposisi musik yang dimainkan masih dalam pusaran death metal dengan kadar technical dan brutal dibalut dengan sound modern yang lebih heavy. Namun yang membedekan, Fatamorgana lebih ingin menyampaikan materinya secara langsung tanpa penghantar, berbeda dengan Savior of Human Destruction, yang hampir sebagian lagunya diberi intro atau sampling. 

Begitu juga dalam penulisan lirik, melanjutkan alur cerita dari debut Mereka, membahas seputar sudut pandang dan prilaku terhadap idealisme kepercayaan dengan unsur blasphemy. Sebuah lagu juga khusus diciptakan untuk Kawan seperjuangan, Alm. Raziv Rizal Sidik (Devormity), adalah "Seringai Pembantaian".

Yang membedakan dengan band death metal lain, pada setiap album selalu memberi kejutan untuk menjadikan ciri khas-nya. Kini pada Fatamorgana menggandeng grup elektropop, Bottlesmoker untuk berkolaborasi pada "Militan Semesta", dan yang paling menyita perhatian, Humiliation mengaransemen ulang "Anjing Tanah" milik Burgerkill yang dimainkan dengan karakter Humiliation, dan hasilnya lebih agresif. Mantap. Dilibatkannya Lookass 'Tcukimay' pada "Kala Setan Berdoa", serta Anggi 'Revenge The Fate' dan Akew 'Nectura' pada "Yang Maha Kuasa", juga membuat lagunya semakin memukau.

Dengan dilahirkannya Fatamorgana ke alam metal, membawa Humiliation selangkah maju dan masuk kedalam band death metal yang istimewa.

Track listing (Songs) :
1.    Hymne Parade Kegelapan
2.    Sindrom Sarkasme
3.    Fatamorgana
4.    Profanitas Supremasi
5.    Seringai Pembantaian
6.    Militan Semesta
7.    Yang Maha Kuasa
8.    Malaikat Sekarat
9.    Kala Setan Berdoa
10.    Anjing Tanah

Review : Green and Noxious 2014 - CANNABIES

cannabies
Green and Noxious 2014
Band : CANNABIES
From : Bandung, West Java, ID
Genre : Brutal Death Metal
Album : Green and Noxious 2014
Label : Brutal Mind
Released : 2014
Rating : 8/10







Zona Cadas - Bandung adalah kota yang sejuk dengan masyarakatnya yang di kenal ramah. Dari mulai zaman penjajahan Belanda kota ini sudah di kenal samai dataran eropa, ada banyak ke unikan yang kita bisa temui di kota ini tak terkecuali tentang kreatifitas anak mudanya yang takan pernah habis untuk di bahas. Bandung di kenal juga sebagai pusat pergerakan musik underground di indonesia, begitu banyak tumbuh subur band underground yang terlahir di sini. Ujung berung salah satunya, kecamatan pinggiran kota ini begitu kental aura metal nya  karena banyak band–band berhaya yang lahir disana. Kali ini band Cannabies yang dimotori oleh Andri (vocal), Indra (drum), Reza (guitar), dan Ega (bass), Cannabies nama band yang mereka pilih berasal dari bahasa inggris Cannbis atau dalam bahasa indonesianya ganja. Band yang terbentuk sejak 2010 ini kini telah menghasilkan mini album berisi empat lagu termasuk lagu lama mereka di tahun 2012 termasuk di dalamnya.

Kali ini Zona Cadas akan membongkar habis tentang EP mereka yang bertajuk  “Green and Noxious” ini. Diawali dengan lagu pertama yaitu "Memburu Nadi", hentakan blasting ala brutal death metal dari Indra mewarnai awal kebringasan lagu ini. Dengan balutan liar down tempo yang dinamis membuat kepala saya rasanya ingin berheadbang ria,mengalir menuju akhir lagu nuansa melodi menambah kesempurnaan lagu memburu nadi ini. Next track berikutnya ada lagu "Enshap", seperti lagu sebelumnya blasting menjadi ujung tombak lagu ini. Teriakan dari andri sang vokalis membuat lagu ini seperti menjadi media pelampiasan emosi dari sang vokalis. Kemudian alur lagu dikombinasikan dengan melody berbahaya oleh Reza sang guitarist yang di tempatkan di tengah lagu menjadikan lagu enshap semakin berbahaya dan membuatnya semakin cadas. Di lagu ketiga ada "psikopat", lagu yang mana menjadi single terbaru atau juga menjadi perkenalan mini album Cannabies. Well, lirik – lirik tentang perlawanan sangat terasa di lagu ini dimana andri mengungkapkan bahwa persetan aturan akan kubantah. The last song ada “Beraga Tuhan Berjiwa Setan”, lagu ini merupakan lagu yang sudah mereka buat pada tahun 2012 lalu namun lagu yang brutal, berbahaya, serta cadas  ini

sangat wajar bila mereka selipkan di mini album Green and Noxious pasalnya riff-riff gitar yang cepat dibaluti blasting drum yang dinamis oleh Indra menambahkan kengerian lagu ini balutan melodi dipertengahan lagu mampu menonjolkan aura Cannabies dan hadirkan sebagai ciri dari musikalitas Cannbies. Sedikit review empat lagu cannabies – green and noxious diatas membuat kalian para  metalhead wajib memiliki CD albumnya. Secara keseluruhan recording, mixing, serta mastered Album ini digarap oleh Zoteng (Forgotten) di Extend Studio. Untuk desain Cover art Green and noxious dibuat langsung oleh Rudi Gorging Suicide dan layouter oleh Brutal Mind selaku yang merilis album ini. Saya rekomendasikan buat yang senang Undergod dan lagu cadas  wajib memiliki CD fisik  Cannabies – Green and Noxious ini cuma dengan harga Rp. 30.000,- kalian sudah bisa memilikinya. Oke, swkian review dari Zona Cadas semoga bisa menjadi pertimbangan anda untuk refrensi lagu karya anak bangsa, We Support Underground Scene.

Track List
1. Memburu Nadi
2. Enshap
3. Psikopat
4. Beraga Tuhan Berjiwa Setan

Review : Rise Of Yalamberr - IMPERIAL CULT (India)

 Imperial Cult
Rise of Yalambar

Band: Imperial Cult
From: India
Genre: Death Metal
Album: Rise of Yalambar
Label: INDEPENDENT
Released: July 2014
Rating: 8/10






ZONA CADAS - "RISE OF YALAMBER" EP Album which is spawned by DEATH METAL band from the city of Darjeeling - India that is IMPERIAL CULT. In the album there are 4 RISE OF YALAMBER very rock tracks that include:
1 Rise of Yalamber
2 Pain of Mortals
3 The ABOMINATION
4. Black Stone


'Rise of the
Yalamber' succeeded in uniting both brutal song with a melody together, mixing rhythms black with death and ends with the final solo aggressive melodies that will surely solve your eardrums for listening. Pain of Mortals and The ABOMINATION are the highlights where the title of the song, more than four songs in the ep, is one of the songs are quite fall into death metal aesthetics. The production quality is quite justify the release of the band's sound too give a strong boost.

'Rise of Yalamber' is an impressive display of a variety of influences both knitted and combined in four different tracks, it may take you some time to follow drift in shades of dark and death will give a very strong music in the album RISE OF YALAMBER.

Review : Rebirth of Jatisunda - JASAD

Rebirth of Jatisunda
Rebirth of Jatisunda
Band : Jasad
Title : Rebirth of Jatisunda
Format : CD
Year: 2013
Label: Sevared Records
Review : Sastrawan
Rate : 10/10




zona cadas - Nah ini dia, band monster asal Bandung siapa lagi kalau bukan JASAD!!
Jika anda masih menganggap Disgorge paling brutal, Suffocation paling ngeri di muka bumi ini. Anda salah kaprah bro!

Jika anda telah menyimak album Jasad 'Rebirth of Jatisunda' maka semua akan nampak jompo :v
10 track menyakitkan di muntahkan ekslusive via label londo, Sevared Records. Pasukan Karuhun menjadi intro seram, Karuhun berarti leluhur. Pasukan Leluhur, wow... Nampak disini, Jasad sebagai band Sunda ingin menyampaikan pesan lewat album ini bahwasannya budaya leluhur kita lebih mulia dan keren ketimbang mengangkat tema-tema budaya bangsa lain. Salute buat Jasad!!!
Nagara Ragana Naraga kemudian datang laju, tempo fast namun tak melupakan groove part di dalamnyanya. Drummer baru Abaz menyelipkan gravity di sela-sela lagu, ugh!
Track ketiga berjudul Fearless kemudian disusulkan dengan tempo middle di awal part, mengingatkan saya pada Deprecated asal California Amerika. Lalu di tengah lagu bak senjata AK 47 di berondongkan ke kepala anda, intents... ngeri lagu ini.

Cangkram Garuda kemudian digulirkan kencang bak angin puting beliung datang tiba-tiba. Ferly sang gitaris berusaha menyuguhkan suatu bentuk kebrutalan absolute tanpa menghilangkan harmonisasi sebuah lagu.
Man sang vokalis di album ini berperan sangat baik, lebih sangar sekali, respect \m/
Kata orang jika album 'Annihilate the Enemy' lebih baik tapi saya beranggapan 'Rebirth of Jatisunda' lebih sangar! Dari segi musik, lirik, produksi lebih baik
Kujang Rompang salah satu lagu terfavorite saya di album ini.
Tiada kata yang dapat digambarkan lagi, 8 tahun penantian bukanlah sebentar. Album ini wajib kalian miliki, atau kalian menderita seumur hidup tak memilikinya :v

Track List

1. Pasukan Karuhun
2. Nagara Ragana Naraga
3. Fearless
4. Cengkram Garuda
5. Re-Diamaton
6. Kujang Rompang
7. Siliwangi
8. Rebirth of Jatisunda
9. Sunyaruri
10. Precious Moment to Die