sponsor

Slider

Events

Zona Cadas

Interview

Album Review

Band Profile

Info Cadas

Cover Album

Ngobrol Seru dengan Phopi Ratna Agustina Lose It All, Menyelami Sisi Lain Musik Underground


FEMAEL VOKAL
Phopi Ratna Agustina
ZONA CADAS | Interview - Unik mungkin adalah kata yang pas digunakan untuk mendeskripsikan Phopi Ratna Agustina (28). Sebagai vo­kalis di salah satu band underground beraliran metal hardco­re ,Lose It All, sudah pasti Phopi kerap berjingkrak dan berteriak.

Segudang hobi menantangnya juga mungkin membuat banyak lelaki minder karena merasa kalah cadas. Bagai menyelami dua sisi, Phopi Ratna Agustina juga punya hobi memasak dan naluri keibuan yang tinggi.

Sore baru saja beranjak dari kawasan Jalan Sukagalih, Sukajadi, Kota Bandung. Phopi yang baru menyelesai­kan pekerjaannya di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat. Seragam dinas berwarna khaki pun ditanggalkan. Ia menggantinya dengan jeans dan kaos oblong berwarna hitam. Tak lupa, bandana menghiasi rambut pendek yang disebutnya ”sudah gondrong” itu.

Setiap Senin hingga Jumat, Phopi Ratna Agustina berangkat bekerja sekitar pu­kul 6.30. Dari kediaman keluarganya di kawasan Lembang, Phopi menempuh perjalanan sekitar setengah jam ke area perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di kawasan Ngamprah, Ka­bupaten Bandung Barat.


ZONA CADAS

Baru pada akhir pekan, ia merasa menjadi Phopi Ratna Agustina yang sesungguhnya. Jadwal manggungnya bersama band metal hardcore Lose It All, sudah tersusun rapi. Bukan hanya di area Jawa Barat, dia juga seringkali harus menyambangi panggung underground di luar Jawa.

”Rasanya kerja kantoran ya mengalami kegiatan yang berbeda tapi karena motivasi besar dari Mamah, jadinya aku menjalankan itu seperti ibadah saja. Meskipun butuh adaptasi ekstra karena ha­rus bangun lebih pagi dan harus bertemu dengan sistem yang ter­kadang kurang sreg, sekarang sih udah cukup enak karena team work-nya juga enak,” ucap Phopi Ratna Agustina memulai obrolan

Menantu idaman mertua

Phopi Ratna Agustina adalah sulung dari tiga bersaudara pasangan N Nurhayati dan Nandang Onang Budiman.

Dia sempat menjadi pega­wai salah satu bank swasta yang berkantor di Jalan Setiabudhi, Kota Bandung. Dia juga pernah bertugas sebagai tim marketing di Hotel Aston Tropicana, Bandung.
”Pekerjaan kantoran kan harus pakai kemeja, rok, jas, dan selalu dandan ya. Jadi, kalau udah selesai kerja, langsung ganti baju,” ucapnya.

Kehadiran kaos (yang sebagian besar) berwarna hitam, celana jeans, dan sepatu Vans, tak pernah absen dari ransel yang setiap hari disandangnya.

”Biarin dibilang luarnya cadas juga, yang penting di dalamnya te­tap menjadi perempuan yang berkualitas sambil tidak mengesampingkan hobi,” katanya setengah bercanda.

Phopi Ratna Agustina yang sangat menggemari offroad, mountain biking, skate board, dan motor trail ini juga memiliki hobi yang feminin.

”Aku tuh suka banget masak, bikin kue. Motong rambut orang juga aku bisa. Pokoknya, aku andal di segala medan lah, calon menantu idaman mertua,” ucapnya.

Awalnya menggebuk drum

Sejak kanak-kanak, Phopi Ratna Agustina sudah menunjukkan keterta­rikan di bidang musik. Terpengaruh musik yang sering didengar­kan sang ayah di rumah, dia jadi menggemari musik yang di­ba­wakan The Beattles dan Rolling Stones.

Saat beranjak remaja, gen­re musik yang didengarkan mulai meluas. Ia banyak mendengar­kan sajian musik ala Slank, Iwan Fals, Nirvana, Linkin Park, Limp Bizkit, Slipknot, dan Korn.
”Waktu SMA, baru deh kenalan sama drum. Awalnya, cuma iseng-iseng bikin band sama teman-teman untuk tujuh belasan. Pas masuk studio, kayak love at the first sight saja. Aku pikir, boleh juga nih main drum,” katanya sambil tertawa.

Dari yang tidak mengerti bermain musik sama sekali, dia mulai belajar menggebuk drum secara autodidak. Berbekal melodi ”Zombie” milik The Cranberries hingga ”Viva Forever” milik Spice Girls, dia mulai mengulik permainan drum.

Dari situ, dia mendirikan band bersama teman-temannya yang dinamakan Monalisa. Mereka memainkan musik bergenre skate punk.

”Waktu itu, aku dan Monalisa main di mana-mana, mulai dari Dago Tea House, AACC (Gedung Asia Afrika Cultural Center), juga Saparua. Beruntung banget di zaman itu masih bisa bermain di tempat-tempat bersejarah yang sekarang udah dilarang main,” tutur­nya.

Sambil berkuliah di Jurusan Manajemen Pemasaran Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia, dia juga sempat menjadi ba­rista di Potluck Coffee. Di sana, ia semakin berkenalan dengan ba­nyak orang
 Hingga pada suatu hari, tawaran menjadi drummer sebuah band baru mampir menghampirinya.

Band itu kemudian dikenal sebagai Angsa dan Serigala yang ma­sih aktif bermusik hingga kini. Bersama enam personel lain, ia me­mainkan genre rock folk dan baroque pop. Sebuah irama yang tentu saja jauh berbeda, dari irama yang dimainkan Phopi Ratna Agustina bersama Mo­nalisa.

”Memang beda tapi karena aku suka tantangan, aku coba saja. Ternyata aku suka juga. Mungkin karena ada rasa dan passion banget sama musik, jadi semua terasa mudah saja,” ujarnya.

Lose It All

Di pengujung 2008, dia mendirikan band lain bernama Lose It All bersama teman-temannya. Berbeda dengan perannya di dua band terdahulu, kali ini bersama Lose It All, dia bertindak sebagai vokalis. Sebagai vokalis band metal hardcore, sudah pasti hampir seratus persen lagunya dinyanyikan dengan cara berteriak.

”Radang tenggorokan sudah tidak terhitung. Dari situ, aku jadi banyak mendengarkan sharing vokalis dan mentor lain,  sampai sekarang, tidak minum es dan gorengan, olah raga juga harus benar,” tuturnya.

Selama tiga tahun bersama Lose It All, dia merasa bisa melakukan manajemen waktu dengan baik. Sebisa mungkin, ia mengatur jadwal agar tidak ada jadwal manggung yang bentrok di antara ketiga bandnya. Sampai pada akhir 2011, ia dihadapkan pada situasi yang mengharus­kannya mengatur prioritas.


”Awalnya aku meninggalkan Monalisa. Sedih sih karena aku kan sayang band aku tapi mau bagaimana lagi. Terus tahun 2013, aku harus menyelesaikan skrips. Setelah selesai, aku harus keluar dari Angsa dan Serigala. Jadi, sekarang cuma jalan dengan Lose It All,” ujarnya.
Setelah Lose It All, apakah dia masih penasaran ingin mencoba bermusik di genre yang lain? ”Sudah terpikirkan olehku. Soalnya aku juga pernah nya­nyi solo. Semoga bisa nyaingin Raisa,” katanya diikuti tawa lepas.

Segudang hobi menantang

Di atas panggung saat pentolan Lose It All, Phopi Ratna Agustina yang berwajah imut bertransformasi menjadi perempuan kuat yang cadas. ”Bakat” cadas itu rupanya juga hadir sebagai hobi yang dipilihnya untuk melarikan diri dari aktivitas perkotaan, mencari inspirasi, atau sekadar mengisi waktu senggang.

Lose It All


Dia, misalnya, punya naluri petualang yang patut diacungi jempol. Dia sering kali menjelajah trek ekstrem memasuki hutan, naik dan turun gunung serta jurang, lalu memilih tebing terjal dan curam, mengendarai motocross.

”Bukan tomboi yah, tapi gentle girl,” ucapnya diikuti senyum.

Bermain skate board juga menjadi pilihannya untuk menenangkan diri. Sebisa mungkin, ia tak absen dari perhelatan meng­gelinding bersama teman-teman skate boarding. Saat manggung ke daerah lain, ia sering kali mengajak skate board-nya.

”Soalnya, skate board kan kecil ya, jadi bisa dibawa ke mana-mana,” ujarnya.

Saat melakoni hobi-hobi tersebut, dia kerap lupa terhadap semua masalah. ”Rasanya enteng saja, soalnya fokus aku cuma antara aku dan si motor atau si skate board,” katanya.

Guru

Selain hobi menantang yang dilakukan secara fisik, Dia juga punya kegemaran yang ”menantang” otak dan jiwa sosialnya. Beberapa tahun terakhir, dia menjadi guru.

Selain pernah menjadi guru di salah satu SMK untuk jurusan perhotelan, dia juga terlibat pada misi sosial mengajar anak-anak putus sekolah yang dilakukan bersama lembaga Per­serikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF. Ia mengajar di bidang kuliner dan perhotelan.

”Aku juga punya jiwa melankolis. Kalau ada yang bikin sedih, jadi bawaannya sedih terus. Apalagi kalau lihat anak-anak yang idak sekolah karena tidak ada biaya,” tuturnya.

Anak-anak yang menjadi anak ajarnya semakin banyak. Bukan hanya mengajarkan bidang yang dikuasai, dia juga mengajarkan bi­dang lain yang diinginkan anak-anak. Dari jadwal mengajar di hari Senin dan Kamis, tak jarang dia juga menambah jadwal belajar di akhir pekan.

”Aku sering bertanya, mereka mau belajar apa. Mereka bilang komputer, ya sudah ayo saja. Kadang juga belajarnya di rumah saya,” ujarnya.

Untuk menyediakan bahan pelajaran, dia seringkali mengambil intisari dari berbagai sumber yang kemudian dirangkum dengan bahasa sehari-hari. Bahan itu difotokopinya, lalu dibagikan ke­pada anak-anak.

”Satu hal yang saya tekankan ke anak-anak, skill dan ilmu itu nomor dua dan tiga, nomor satunya tetap attitude. Karena prinsip saya, hirup mah kumaha pepelakan, proses enggak pernah meng­khianati hasil,” tuturnya.

Lose It All


Selain hobi-hobi itu, sekarang ada hobi lain yang ”menantang” jiwa femininnya dan sedang giat-giatnya dilakoni. Hobi itu adalah memasak dan membuat kue. Hobi itu tekun dilakoninya ketika berada di rumah.

”Kalau masak, lebih ke happy saja. Saat orang lain mencoba ma­sakan kita dan senang, itu juga bikin saya senang. Membayangkan re­aksi orang saat suapan pertama, rasanya menyenangkan,” ucap pencinta masakan Sunda ini.

Lewat berbagai hobi positif itu, dia juga ingin menyampaikan bahwa tak semua musisi underground lekat dengan stigma negatif.

”Semua bergantung kepada orangnya masing-masing. Hampir separuh umur di musik underground, saya merokok juga tidak. Karena banyak hobi, jadi pergaulan yang jelek-jelek alhamdulillah tidak diikuti,” katanya mantap.(Obz)

Interview With : VOICE OF BACEPROT (VoB) Band Cadas Remaja perempuan Asal Garut

 
ZONA CADAS WEBZINE
VOICE OF BACEPROT

ZONACADAS.COM - Voice of Baceprot (VoB) band cadas asal Garut yang beranggotakan 3 orang remaja perempuan, menyuarakan kegelisahan mereka melalui musik.
VoB berani tampil beda dengan membawakan musik metal yang biasanya digandrungi oleh laki-laki. Meskipun sempat dilarang oleh keluarga, namun ketiga perempuan ini tetap bersemangat untuk membuktikan kemampuan mereka dalam bermusik. Berikut wawancara singkat kami dengan VoB:

ZC1: Halo VOB salam kenal, bagaimana kabarnya?
Alhamdulilah kabar kami baik, semangat, dan ceria seperti biasanya, juga tetap optimis seperti sedia kala hehe


ZC2: Boleh kenalan dulu kali ya? Kenalin dong, siapa saja nih, personil VOB, dan usia teman-teman berapa tahun sekarang? Masih sekolah? Ini nama-nama resmi kami, maksudnya nama yang diakui buku kehadiran di sekolah,
Firdda Kurnia, qoriah bersuara gede ini adalah vokalis sekaligus gitaris sekaligus leader (umurnya paling tua).
Widi Rahmawati, paling bungsu, paling pendiam, dan paling asik, sebagai bassist kebanggaan kita.
Euis Siti Aisyah ini yang paling perempuan banget (secara penampakan sebelum pegang drum stick tentunya), keras kepala, tetapi aslinya dia drummer paling powerfull bagi kami.
Sekolah kami sama, sama-sama duduk di kelas 10 SMK. Kami semua berumur 16 tahun, hanya bulan dan hari lahirnya beda. Oh ya, kami juga sama-sama anak bungsu, lho.

ZC3: Sejak kapan kalian membentuk VOB, gimana tuh, ceritanya? Kenapa memilih genre musik metal, nih?
VoB terbentuk pada 14 Februari 2014 dengan formasi awal 7 orang, tapi karena satu dan begitu banyak hal, yang bertahan ya, kami bertiga ini.
VoB lahir dari kegelisahan. Kami bertiga remaja yang gelisah, kemudian bertemu dan diperkenalkan dengan musik (yang sama sekali asing bagi kami saat itu) oleh seorang guru (yang bisa berubah bentuk jadi sahabat, ayah, motivator, provokator, mentor, bahkan sesekali musuh) yang juga gelisah. Kita gelisah melihat ketidakberdayaan remaja yang moralnya kian hari kian terjajah dan kian kalah. Saat itu, kami diprovokasi oleh guru kami (yang kami sebut Abah Erza) untuk menjadikan musik sebagai alat untuk menyuarakan kegelisahan.


ZC4: Mengenal musik Metal dari mana? Sejak kapan?
Sejak 2016 dari list lagu di laptop Abah, saat itu lah kami jatuh cinta kepada SOAD, SLIPKNOT, RHCP, RATM, dll.


ZC5: Pertama kali manggung di mana? Kalau kalian dikasih pilihan nih, teman-teman ingin manggung di mana dan kenapa?
Festival band Pelajar se-Garut, waktu itu kami satu-satunya band yang masih MTS, dan yang lainnya SMA. Alhamdulilah saat itu kami dapat juara 2 dan the best bass.
Stage impian di Indonesia adalah di stadion, ditonton ratusan ribu orang yang merdeka dan nggak rasis.

ZC6: Kalian band yang personilnya perempuan semua nih, bawain lagu-lagu “cadas” pula, itu kan, identik dengan band yang personilnya bisa dibilang mayoritas yang menggandrungi adalah para laki-laki, gimana teman-teman menyikapinya? Pernah ada rasa takut atau minder nggak? Nggak minder, karena kami merasa berbeda, jadi walau jelek nggak apa-apa, yang penting kami berani beda. That’s a little part of the other side of metalism yang kami yakini.

ZC7: Apa sih, motivasi teman-teman dalam berkarya? Nggak keganggu tuh, jadwal sekolahnya? Bukannya jadwal sekolah juga padat, ya? Gimana tuh, mengatur jadwal dengan latihan dan panggung?
Kami termotivasi dari perjalanan hidup Abah kami, dia itu nyebelin tapi berani bersikap walaupun harus dibenci dan ditinggalkan orang.
Dia guru, tetapi tetap memanusia dan bisa dikritik tak lari dari kesalahan.
Selama ini kami hanya mengikuti event pada hari Sabtu dan Minggu. Ya, sesekali bolos pernah juga dilakukan demi perform, he-he-he


ZC: Pada tingkat keluarga, dalam hal ini orang tua, gimana sikap mereka dengan aktivitas kalian di VOB ini? Pernah ada larangan? Dan gimana cara kalian menyikapinya?
Awalnya tidak mendukung, bahkan melarang cara menghadapinya pakai jurus Abah “tak perlu dilawan (orang tua bukan musuh), kumpulkan saja bukti bahwa musik itu asik, bermanfaat, dan menyelamatkan, lalu hadiahkan kepada mereka setulus hati. Alhamdulillah, sekarang mereka support, buktinya sekarang kami mulai dikenal pasti ada campur tangan dan doa mereka.


ZC9: Sebenarnya harapan teman-teman ini apa sih, melalui VOB? Harapan untuk diri sendiri dan untuk orang banyak?
Sederhana, kami berharap apa yang kami lakukan adalah sesuatu yang bisa membuat hidup kami lebih memanusia. Bahagia, berguna, merdeka, dan tentu saja selamat dunia akhirat.


ZC10: Bagaimana perasaan teman-teman dengan video pertunjukan panggung VOB yang diunggah di youtube dan mendapat ribuan viewers? Bagaimana teman-teman menyikapi hal itu?
Masih berasa mimpi, aslinya saat itu hanya berani berkelakar dengan Abah “suatu hari kita harus ada yang lihat lebih dari 100 ribu orang”. Tentu saja bangga dan serius, bahagiaaa bingiiittts.


ZC11: Apa capaian terbesar yang pernah teman-teman dapat di VOB? Apa sih, rencana-rencana VOB ke depan?
Prestasi terbaik VoB jadi juara 1 Super Friendship Band Competition. Perform di stage super gede, dapat perlakuan dan apresiasi menyenangkan, dan itu pertama kali ada orang yang minta foto dan tanda tangan kami. Asli, itu prestasi luar biasa bagi kami.


ZC12: Terakhir, sebagai remaja apa sih, yang ingin teman-teman sampaikan kepada remaja lainnya di manapun?
Jadi remaja asik, berani menjadi diri sendiri, nggak dijajah moralnya, berani katakan “tidak” kepada para pembodoh. Mari belajar berkarya, mari merdeka, mari selamat!

Interview With Panic Disorder About New Album

zona cadas webzine
Panic Disorder
ZONACADAS.COM - Panic Disorder mendengar nama band ini pasti sudah tidak asing lagi di kalangan para penggila musik death metal lokal, band yang berbasis di jakarta ini sedang menyiapkan kejutan berupa album baru yang akan dilepas tahun depan. Melalui kesempatan bagus, kami akan memberikan info seputar album mereka melalui sesi interview singkat dibawah ini.

ZC1: Sejauh ini sudah sampai mana proses pengerjaan untuk album daimonion ?
Panic Disorder : hai apa kabar ?... semua materi Daimonion sudah siap, hanya tinggal mempersiapkan beberapa hal yang masih tertinggal.

ZC2: Mulai kapan kalian mengerjakan materi di album daimonion dan dimana ?
Panic Disorder : Secara materi kami telah mempersiapkan 1 tahun setelah album The Coming Sixth Age 2011 dan lebih fokus kira kira 1 tahun yang lalu.

ZC3 : Apa sih daimonion itu dan kenapa kalian memilih title tersebut menjadi nama album baru panic disorder ?
Panic Disorder : Daimonion berarti setan dalam bahasa yunani berarti bentuk netral dan merupakan derivatif (bentuk yg lebih panjang) dari bahasa yunani. Dalam bahasa inggris biasa di sebut demon. Siapapun yang ingin mengetahui kenapa kami mengangkat tema ini kalian bisa lihat dalam cover album fisik kami nanti.

ZC4 : kalian hampir 5 thn ga ngluarin album, ada sebab apa sepanjang wktu itu kalian belum mengeluarkan rilisan fisik disaat gempuran band - band brutal sedang brlomba-lomba mengeluarkan rilsan fisik ?
Panic Disorder : Kami telah mempersiapkan album ini 1 tahun setelah album terakhir kami bersama rottrevore records. jadi memang saat itu kita sudah mempersiapkan dan berencana akhir 2015 harus selesai dengan semua proses rekaman.

ZC5 : Ada perbedaan ga album daimonion dengan album kalian sebelumnya, dari segi apa saja?
Panic Disorder : Semua berbeda .. jika kalian membayangkan sound di album The Coming Sixth Age, kalian tidak akan mendapatkannya di Album Daimonion dan Ini jelas beda.

ZC6 : Label mana kah yg beruntung meminang panic disorder utk merealisasikan album daimonion ?
Panic Disorder : Di album ini kami bekerjasama dengan distribusi Indonesia "genesis production" untuk pendistribusian cd dan kami tunjuk mereka sebagai official distribution. Label tag bersamaan dengan info lengkap tentang Daimonion.

ZC7 : Secara garis besar aransemen musik di album daimonion seperti apa, apakah full death metal yg kebut-kebutan atau tidak ?
Panic Disorder : Di album Daimonion kami memainkan death metal secara luas dan kami tidak terpaku untuk selalu bermain dalam tempo cepat, tergantung kebutuhan aransemen lagunya. Ada lagu yang memang enak untuk dimainkan dalam tempo cepat dan ada juga lagu yang enak dimainkan dalam tempo lambat, bahkan kami membuat lagu dalam tempo 140 bpm, kami disini memainkan tempo yg lebih variatif dan kami sangat menikmatinya. Untuk nuansa nya sendiri, kami menyebut album ini adalah karya tergelap yang pernah kami buat (untuk saat ini), so atmosphere nya akan terasa Dark, begitu juga dengan lirik yang bertemakan kematian, kutukan, dendam, perang dan ditulis berdasarkan sisi gelap dari tema lirik dalam setiap lagunya, so Daimonion menggambarkan mood kami saat ini, mungkin next project kami akan bermain brutal kebut-kebuatan, yeah tidak menutup kemungkinan dan mungkin saja terjadi, yang penting kami menikmatinya.

ZC8 : Siapa saja yg turut membantu pengerjaan album kalian mulai dr artworker hingga mixing and mastering ?
Panic Disorder : ok, kami berterimakasih kepada osiris studio untuk proses recording,mixing dan mastering. dan bvllmetalart untuk proses artcover. Ini adalah proses panjang yang kami nikmati.

ZC9 : Berapa track yang bakal kalian suguhkan dalam album daimonion, apakah single singgasana hitam akan berada dlm album itu juga ?
Panic Disorder : 8 track kami siapkan dalam album ini. ya, Singgasana hitam kami rekam ulang dengan sound yang jauh lebih segar dari single sebelumnya.

ZC10 : rencananya kapan album kalian bakal dirilis ?
Panic Disorder : 01.03.2016 plan untuk Daiminion meluncur.

ZC11 : the last question, berikan statement kenapa album kalian wajib dimiliki ?
Panic Disorder : Terimakasih untuk semua teman teman yang membaca dan interview kami. Jangan kalian lewatkan cd Daimonion dalam lemari koleksi cd kalian karena Album ini adalah jauh berbeda diantara album kami sebelumnya

Itulah sekilas interview ZONA CADAS WEBZINE dengan Panic Disorder mengenai persiapan album terbaru mereka, buat kalian penggemar Panic Disorder pasti sudah tidak sabar untuk menantikan album terbaru mereka. Nantikan interview berikutnya dari tim kami dengan band-band cadas yang lainya.

Interview With : DEVIL DEATH CASTLE Bekasi Brutal Death Metal

Zona Cadas - heyahh.. Pada kesempatan kali ini ZONA CADAS WEBZINE berkesempatan melakukan interview bersama band berbahaya dari Kota bekasi - jawa barat. DEVIL DEATH CASTLE merupakan band Brutal Deathmetal yang berasal dari bekasi yang di gawangi oleh talenta-talenta muda yang sangat berbakat, diantaranya ada; Rangga - Guitar Rhytm. Adrian - Guita, Nana - Bassis dan Handy - Drum. Interview kali ini kami lakukan dengan Qion Andre Wijaya sebagai narasumber dari DEVIL DEATH CASTLE.Ikuti selengkapnya interview Zona Cadas Webzine dengan DEVIL DEATH CASTLE;

ZC1: Selamat malam, Bisakah anda ceritakan awal terbentuknya band kalian hingga sekarang?
Qion: Selamat malam Zona Cadas Webzine, Awal terbentuk nya sich dari iseng-iseng berhadiah A' cuma kita tidak menyangka ajah sekarang kita jadi serius terus samapai saat ini kami gak menyangka kalau kami juga di pertemukan menjadi satu di line up saat ini hehehe 

ZC2: Bagai mana respon orang-orang / pendengar tentang demo / track pertama dari band kalian ketika mereka mendengarkan?
Qion: Alhamdulillah . Banget A' mereka rata2 memberi suatu kesan dan pesan yg sangat positif buat kami sampai saat ini yach pas dari awal kami ciptain single tuch korban sang pendosa mereka bilang rata2 sich cadas bahkan ada yg bilang Gila hahahaha

ZC3: Band apa yang paling berpengaruh buat kalian dalam bermain musik?
Qion: sebenar nya sich referensi sich Banyak A' cuma paling bgt berpengaruh sich klo dari local nya Jasad , Humilation ,dan Dajjal. klo Band Mancanegara nya seperti Dying fetus , Brain drill dan Negrophagist hahaha bener2 dech klo ngulik mereka tuch bawaan nya semangat trus A' kita sampe lupa makan kadang-kadang hehe

ZC4: Genre apa yang band kalian mainkan?
Qion: kalau di tanya Genre sich kita pada awal terbentuk nya sich udah Brutal death metal tapi masing2 personel atau line up kami punya referensi masing-masing jadi yach ada orang yang bilang kita tuch punya genre yang lumayan unik ada juga yang bliang kita Brutal death Grind ada yang ngomong kita Technical Death ada juga yang ngomong basic kami susah di tebak pada Metal yang sebelum nya pernah berdiri gitu deh hehehe

ZC5: Kenapa kalian menyukai musik/genre yang sekarang kalian mainkan?
Qion:yach kalau itu sich A' gimana ya ? menurut kami soul kami tuch udah terlanjur cinta banget lah sama musik bergenre Brutal death itu tapi kami tetap selalu respect kok sama genre lain nya yach simple nya si kami kalau main genre brutal death itu lebih spirit/semangat lah di banding genre lain hehehe

ZC6: Apa yang kalian ceritaka dalam lirik-lirik yang kalian buat?
Qion: lirik-lirik kami sich sederhana tapi kami memiliki artian yang sangat luas seperti kata Om Mario teguh aja 1 kata itu tuh bermakna sangat luas makanya kami mencoba meminimalisir kata-kata yang kami buat kebanyakan tema perang , asusila , penyiksaan, tragedi , ambisi dan banyak dech pokok nya rata-rata itu basic pemerintahan/ruang lingkup dari struktur kekejaman perintah yang menyengsarakan
  
ZC7: Apakah lagu-lagu yang anda buat menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia / daerah?
Qion: Rata-rata sih baru local yah tapi rencana kami ingin bentuk suatu lirik yang menggunakan Sekerta sunda dan Jawa ada juga lagu yang kami buat separuh tuh inggris gitu seperti jaga kasar (jangan biarkan otak kita sadar) sama lagu local yang sebenar nya dari sumpah serapah raja zaman dulu di tataran sunda yang udah kita translate ke Indo seperti (Karantina/Penjara tak berujung) itu sajak nya adalah suatu sumpah serapah dari Baheula nya dinasti Pasundan dan kerajaan Zaman dulu deh hahaha

ZC8: Tambah menarik pembicaraan kita "DEVIL DEATH CASTLE" Kenapa kalian memilih nama itu untuk band kalian? apakah ada makna tersendiri dari nama itu? atau.....
Qion: Sebenar nya sich Nama Band kami agak ribet ya cuma kami senang begitu tau apa itu Band kami dan seiring berjalan waktu dari sebenar nya ya sedikit agak ngasal ya pengen di kira gahar atau apalah itu itu niat awal nya dari nama Devil Death Castle yg mengandung artian Istana Kematian Iblis, nah sekarang kami tambah mengerti lagi A' pas kami tambah wawasan dan pendewasaan kami Istana kematian Iblis itu jadi tempat dimana tahta dunia yang kita pijak sekarang adalah tahta sementara para iblis yang selalu meraja lela dan tak kenal lelah dimana di setiap manusia hidup selalu di uji jadi ketika datang nya hari akhir tu baru tahta asli Allah atau tuhan pun muncul dan memberi manusia hidayah / hisap dari situlah tempat dimana tahta atau istana kehancuran iblis itu akan musnah dengan tindakan nya sendiri hahahahaha aduh jadi lucu nih cerita saya ya A' ? hahahaha

ZC9: Kapan kalian pertama kali menyukai musik METAL?
Qion: Basic pertama nya sih udah di kenalin dari kami pada masih anak-anak yach waktu dulu Ortu ,Kakak,dan dan teman di sekitar wahh banyak banget yang buat kami tuh ingin tau apa itu musik sampe masing-masing punya cerita sendiri tentang apa itu musik Metal atau Metal itu sendiri dan puncak nya kami semua aneh loch bisa sama 1 line up tuh kompak udah mengenal dari SD cuma mendalami nya Pas SMP dan dan SMA ya sampe pada lulus dan seperti sekarang masing-masing kalau lagi kumpul suka ketawa sendiri sejarah atau history kami masing-masing tentang Metal yang kita kenal hahahaha



ZC10: Apa yang kalian katakan kepada orang-orang yg mengatakan kenapa kalian memainkan musik dengan genre keras?
Qion: Ini dya pertanyaan dari A'a yang paling sulit jawab nya .. bukan susah jelasin definisi nya susah mengartikan apa yang mereka pahami dan apa yang mereka tak pahami tapi kami Alhamdulillah dapat memahami nya , hehehe Jawaban nya Simple kami suka dan ini adalah motivasi kita untuk Semangat Mencintai musik keras dan fuck and shit lahh to opini orang tentang kami

ZC11: Apa keluarga / istri / kekasih mendukung apa yang kalian kerjakan?

Qion:Kalau setau kami keluarga kami no problem tentang masalah itu just music this moment off say no to drugs yah yg penting mah positive aja gitu dech kata mereka hahahaha kalau masalah kekasih sih mereka kalau ada pengertian semua beres hahahaha


ZC12: Kesibukan apa yang sekarang kalian lakukan bersama band?
Qion: Kita lagi sibuk tapi gak sibuk banget sich paling sekarang kami sibuk untuk menyiapkan Masalah Aniversary dan Launching Mini EP kami dan kami kadang suka Sambilan kerja Sharing pada tiap masing-masing Orang hehe

ZC13: wah boleh dong kasih sedikit bocoran ke kita tentang EP nya!?
Qion: Masalah konsep EP kitab tuh gimana yach Sederhana aja Sih kita juga masih Mini EP sich hehehehe
Tema Album nya Darah Sakaral yang Insya ALLAH Release baru berbentuk CD Mp3 sederhana aja hehehe yang penting kawand2 bisa dengerin dan bisa menikmati nya hehehehe

ZC14: rencana apa yang kalian buat bersama band?

Qion: Kalau rencana kami sekarang ini sich ingin Menyiapkan Aniv supaya kami punya kesan dari perjalanan kami selama ini yach supaya kami juga ada gitu suatu yang buat kami ini walau pun masih Band kecil tapi kami ingin terus berjuang sampai nanti :')
kalau kedepan nya yach kami punya rencana inginmewarnai lagi event-event yang ada walau pun itu event kecil sekalipun karena kami selalu mengingat dari awal selama perjalanan kami bahwa sesungguh nya suatu hal kecil akan menjadi besar pada seatu massa dan hal yang kecil itu pun dapat mengundang suatu pertanyaan yang besar hingga hal yang kecil itu di dingat di sepanjang Massa hahahaha


ZC15: Sampai saat ini di acara / stage manakah yang membuat kalian terkesan?

Qion: Stage yang Buat kami terkesan sich bisa di bilang hampir semua yach hahahaha
habis nya kami itu lebih mengutamakan silaturahmi dan persahabatan di Banding Mencari Masa atau berharap gitu buat di masai sama kawand2 yang jelas buat kami Fuck the hell dech to fans and just I Know Friend to forever hahahaha


ZC16: Apakah hal-hal terbaik & terburuk di komunitas di kota kalian?

Qion: Menurut kami itu suatu pertanyaan yang buat kami tegas yach. Kami Jawab : RACISM/ Tak mau menghargai karya orang lain atau iri hati dan tidak mau saling support hehehe


ZC17: pertanyaan terakhir dari kami, Apa pesan untuk para pembaca?
Qion: OK. Lets to ending Pesan kami Untuk Para Pembaca yach ? ? ? hmmm
Pesan kami untuk para pembaca adalah jangan pernah menyerah jika kita masih bisa berusaha dan janganlah takut untuk berdiri karena kita hidup tak pernah sendiri hehehe tambahan yach Sob dari Anak-anak D.D.C Ada kala nya di mana manusia itu butuh menyendiri tetapi taukah apa maksud dari artian itu , kita menyendiri untuk hal-hal yang positive dan butuh waktu di kala menyendiri tetapkanlahh pikiran yang jernih agar kita dapat mengenal arti hidup dan tujuan hidup hehehe

Itulah sekilas wawancara kami dengan Band Brutal Death Metal Bekasi "DEVIL DEATH CASTLE" Nantikan wawancara kami dengan band-band cadas lainya hanya di ZONA CADAS WEBZINE \m/.


zona cadas webzine
Devil Death Castle

Interview With Amputasi Vital, Indramayu Brutal Death Metal

Zona Cadas Interview With Engky Drumer Amputasi Vital Band Brutal Death Metal Indramayu.
Beberapa waktu yang lalu, Zona Cadas berhasil wawancara dengan band berbahaya yang mengangkat unsur ethnic jawa Indramayu - Cirebon. Band mengusung jenis musik Brutal Death Metal dan beberapa lagu yang unik sekaligus vokal yang berbeda dari band yang lain dan di balut nuansa musik kesenian daerah di antaranya lagu mereka The Legend Of Baridin & Babad Alas Dermayu. Oke tanpa lama-lama simak interview singkat Zona Cadas dengan sang penggebuk drum Engky.

ZC1 : Hai, selamat sore AMPUTASI VITAL, bisakah anda menceritakan sejarah awal terbentuknya band kalian hingga sekarang?
Engky : "Selamat sore Zona Cadas, Amputasi Vital Terlahir dari keterasingan dan keterbatasan para sekelompok pemuda pemuda amburadul yg masih awam mencoba melampiaskan imanjenasi, kreasi, emosi dan ambisi lewat jalur underground. 24 Juli 2012 termuntahkan dari mulut pemabuk berjiwa pemberontak yg berbentuk Amputasi Vital"

ZC2 : Bagaimana respon pendengar dengan mini album / album / demo band kalian?
Engky : "Konsep lagu kami , tentunya mengenai budaya sipil / asli indramayu sendiri . Dan alhamdulillah dengan lagu lagu kita ( mengenai budaya ) banyak yang ngiritik , dengan kritikan kritikan positif. Alhamdulillah Positif"

ZC3 : Genre apa yang band kalian mainkan?
Engky : "Kita berGenre Brutal death metal"

ZC4 : Kenapa kalian menyukai musik/genre yang sekarang kalian mainkan?
Engky : "Sebetul nya selera musik masing masing. Tapi ajaib nya semua personil kami , sangat menyukai genre ini . Dengan mempunya skill tinggi , keras , menantang , dan yang pasti berjiwa besar"

ZC5 : Apa yang kalian ceritaka dalam lirik-lirik yang kalian buat?
Engky : "Terus terang kami cukup mengalami kesulitan tentang materi-materi  yang kami buat, harus benar-benar matang apa lagi menyangkut budaya, sejarah, kepercyaan-kepercayaan  mistik
yang sakral. Kita harus benar-benar hati-hati dalam menulis lirik/syair"

ZC6 : Apakah lagu-lagu yang anda buat menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia / daerah?
Engky : Indonesia dan Daerah

ZC7 : kapan pertama kali menyukai musik metal?
Engky : sejak tahun 2001

ZC8 : Band apa yang paling berpengaruh bagi Kalian dalam bermain musik?
Engky : "Kami banyak terinspirasi dari Siksa Kubur"

ZC9 : Apa yang anda katakan kepada orang-orang yang bertanya mengapa band anda memainkan musik bergaya barat / bergenre keras?
Engky : "Karena yang bergenre keras , di situlah dituntut mempunyai skill yang tinggi dalam bermain musik Dan saya tertantang tentang hal itu, untuk mengeluarkan emosi dalam musik"

ZC10 : Apa keluarga / istri / kekasih mendukung apa yang kalian kerjakan?
Engky : "Sangat mendukung dan sangat mensupport kami"

ZC11 : Apakah hal-hal terbaik & terburuk di komunitas di kota anda?
Engky : "Semua nya terbaik. Komunitas di kota kami Ramai , damai , dan semua bersatu"

ZC12 : Rencana apakah yang kalian buat bersama band ke depanya?
Engky : Berkarya, Membahagiakan orang tua masing masing Dan masa depan bersama

ZC13 : Sampai saat ini di acara / stage manakah yang membuat kalian terkesan?
Engky : "Final bhineka tunggal ika " tour jasad " di haurgelis Indramayu Alhamdulillah menjadi runner up juara ke-2"

ZC14 : pertanyaan terakhir dari kami, Apa pesan untuk para pembaca?
Engky : "Terimakasih tentunya buat seluruh kawan-kawan yang telah mensupport band kita Meskipun tidak terlihat satu persatu seorang yang mensupport kita. Tapi kita selallu berterimakasih kepada kalian para metalhead Tanpa kalian mungkin kita tidak bisa berdiri sampai di hari ini juga. Terimakasih juga untuk para EO setiap kota , yang telah mensupport kita . Wis mengkonon bae ah"

ZC15 : oke, terimakasih buat bro Enky atas waktu & kesempatanya yang di berikan kepada kami. salam untuk semu & sukses selalu untuk Amputasi Vital. \m/
Engky : "Alhamdulillah,Sama sama. Amin ya Allah"

Itulah sekilas wawancara kami dengan Band Brutal Death Metal Indramayu "AMPUTASI VITAL". Nantikan wawancara kami dengan band-band cadas lainya hanya di ZONA CADAS WEBZINE \m/.

Interview: Kinoy Bacok 'UNDERGOD"

SEMPAT DIANGGAP SEBELAH MATA. KESUNDAAN KINI JADI TRADEMARK YANG MELEKAT ERAT DI TUBUH UNDERGOD. HASILNYA, MEREKALAH SATU-SATUNYA BAND YANG DISEMATI LABEL SUNDANESE TECHNICAL DEATH METAL.
Zona Cadas - “AING hirup di tanah Sunda. Geus hiji kawajiban ngamumule Ki Sunda. Mun urang bule bangga ngomong make basana sorangan, ku naon urang henteu.” Itulah kalimat yang terlontar dari mulut Kinoy Bacok saat ditanya perihal alasan memilih kesundaan sebagai ciri khas Undergod.
“Ku jalan nyieun lirik lagu make Basa Sunda, ngomong sapopoe, jeung make iket ieu, urang hayang mere tangara ka balarea yen urang Sunda teh eksis dina sagala widang,” cetus Kinoy lagi sambil menempelkan telunjuk ke kepalanya yang memang dibebat iket Sunda.
Kinoy selalu bicara berapi-api tentang Sunda, termasuk cap kampungan yang diterimanya saat pertama kali memutuskan memakai Basa Sunda dalam lagu-lagu Undergod. “Sumpah, baheula mah babaturan sorangan ge protes gara-gara urang nyieun lagu make Basa Sunda. Tapi, urang milih panceg kana eta pilihan. Alhamdulillah, hasilna jiga ayeuna. Da ari kahayang dina hate leutik mah, band kami ge make kecap Sunda. Lain Undergod. Tapi da geus kagok,” tukasnya.
Dibalut kualitas musik yang memang keren, keputusan Kinoy tersebut akhirnya menuai hasil positif. Bahkan kini Undergod begitu identik dengan tradisi Sunda. Mereka termasuk satu dari sedikit band yang dengan kesadaran penu menyelipkan tradisi leluhur dalam setiap aksi panggung.
Nama Undergod mulai menjulang setelah tampil di panggung Bandung Death Fest 3. Di acara yang dihadiri lebih dari 3.000 penonton itu, Undergod layak dijadikan sebagai salah satu performer terbaik..Padahal jauh sebelum itu, Undergod nyaris kandas.setelah mengalami stagnasi selama tiga tahun sejak 2004.  Zona Cadas